Itulah yang terungkap dalam survei lembaga penelitian IDC di Amerika Serikat. Terungkap dalam survei ini bahwa 72 persen perusahaan tak mampu menghentikan bocornya data perusahaan via e-mail.
Padahal, dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (22/10/2008), sebanyak 85 persen manajer TI di perusahaan sebenarnya telah menaruh perhatian untuk mengantisipasi fenomena tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan, kebocoran data secara tak sengaja makin jadi ancaman bagi perusahaan ketimbang serangan hacker atau pekerja yang nakal. IDC memperkirakan bahwa lebih dari 90 persen kehilangan data terjadi karena kecelakaan.
Selain itu, sebanyak 90 persen perusahaan juga tak punya penangkal spam yang efektif. Padahal, spam seringkali mengandung program jahat berbahaya. Untuk itu perusahaan diharapkan menghadirkan solusi keamanan baru untuk mencegah kebocoran data.
Ingin tahu berbagai info soal keamanan cyber? Gabung di detikINET Forum! (fyk/wsh)