Dikutip detikINET dari Press Association, Kamis (16/10/2008), kemungkinan itu besar terjadi seiring banyaknya ponsel canggih beredar dengan sistem komputer dan koneksi internet mumpuni. Cracker bisa mengeksploitasi celah keamanan di sistem operasi maupun aplikasi web ponsel.
Para peneliti menyatakan bahwa ponsel yang terinfeksi bisa menimbulkan sejumlah kerugian. Misalnya pencurian pulsa dengan pembelian sejumlah ringtone dari situs yang disetting cracker ataupun panggilan ke nomor premium tanpa sekehendak pemiliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang pengguna bisa membenamkan software anti virus untuk membendung serangan. Namun, masih menurut para peneliti, hal ini dilematis karena pemakaian anti virus secara konstan bisa membebani baterai.
"Pertanyaannya adalah, bisakah para cracker ini melakukannya secara efektif untuk menghasilkan uang tanpa banyak risiko? Jika mereka bisa, mereka akan melakukan serangan," demikian tanggapan dari Joe Stewart, direktur di biro keamanan SecureWorks.
Sharing info mengenai keamanan komputer? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/dwn)