×
Ad

Ini Alasan Manusia Purba Bisa Bertahan di Gurun Arab

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 04 Nov 2026 19:45 WIB
Ilustrasi gurun Arab. Foto: AFP/FRANCK FIFE
Jakarta -

Selama ini, ketersediaan air kerap dianggap sebagai faktor utama yang menentukan wilayah tempat manusia purba bisa bertahan hidup. Namun, penelitian terbaru di Semenanjung Arab mengungkap bahwa ada faktor lain yang tidak kalah penting, yakni ketersediaan batu yang dapat digunakan untuk membuat peralatan.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 28 Oktober 2026. Studi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sumber air saja tidak cukup untuk menjelaskan lokasi permukiman manusia purba di wilayah gurun.

Penelitian berfokus pada Rub' al Khali, gurun pasir luas di Semenanjung Arab yang dikenal sebagai salah satu hamparan pasir terbesar di dunia. Wilayah ini pernah mengalami periode iklim lebih basah ketika hujan monsun membentuk danau, lahan basah, serta padang rumput.

Kondisi tersebut semestinya menyediakan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia purba. Namun, bukti arkeologis justru lebih banyak ditemukan di tepian gurun, bukan di bagian tengahnya.

Untuk mengungkap penyebabnya, tim peneliti yang dipimpin Jeffrey I. Rose dari University of Algarve, Portugal, melakukan survei lapangan sepanjang sekitar 1.500 kilometer di bagian tengah Rub' al Khali.

Mereka memeriksa 125 lokasi di antara bukit-bukit pasir. Peneliti mencari endapan danau purba, mengidentifikasi jenis batuan, serta menelusuri kemungkinan adanya perkakas batu atau jejak aktivitas manusia.

Hasilnya cukup mengejutkan. Tim menemukan bukti keberadaan danau purba di 55 lokasi, tetapi tidak menemukan artefak batu maupun tanda-tanda hunian manusia purba di sepanjang jalur survei tersebut. Padahal, temuan berupa fosil kerang dan cangkang telur burung unta menunjukkan bahwa kawasan itu pernah memiliki sumber air tawar dan mendukung kehidupan.

Peneliti kemudian menggabungkan hasil survei dengan peta geologi serta rekonstruksi jaringan air di Semenanjung Arab. Model tersebut juga dibandingkan dengan 362 situs arkeologi yang telah diketahui di kawasan tersebut.

Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa sekitar 57% wilayah yang dinilai memiliki akses terhadap air ternyata tidak mempunyai jenis batuan yang cocok untuk pembuatan perkakas. Dengan kata lain, meskipun air tersedia, manusia purba belum tentu bisa menetap di suatu tempat apabila mereka kesulitan memperoleh bahan untuk membuat peralatan.



Simak Video "Penemuan Kerangka Manusia Purba 6800 Tahun di Jerman "


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork