×
Ad

Panen Hujan Hingga Sekat Kanal, Gambut Harus Basah untuk Cegah Karhutla

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 23 Okt 2026 16:02 WIB
Sekat kanal gambut untuk menjaga lahan gambut agar tetap basah dan mencegah terjadinya kebakaran. Foto: Chaidir AT/detikcom
Jakarta -

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga mencari cara agar lahan gambut tetap basah. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca untuk membantu mendatangkan hujan ke wilayah yang membutuhkan air. Sementara untuk jangka panjang, sekat kanal dapat membantu menahan air agar gambut tidak cepat mengering.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah III Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nelwan Harahap menjelaskan, pendekatan yang disebut sebagai panen hujan dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan hujan yang dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tim menyemai bahan tertentu ke awan yang dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan hujan. Tujuannya agar hujan dapat dimanfaatkan untuk membasahi wilayah yang membutuhkan air, termasuk lahan gambut yang terdampak kekeringan dan kebakaran.

"Begitu awannya cukup potensial untuk kelembapan, langsung kita siram, kita modifikasi cuaca dan jatuh di tempat yang tepat yang kita butuhkan," kata Nelwan, ditemui usai diskusi 'Sinergi Kebijakan dan Aksi Cepat Tanggap Bencana Karhutla' di Amanaia Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (21/10) lalu.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah III Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nelwan Harahap Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Menurut Nelwan, hujan yang turun secara alami belum tentu jatuh di kawasan yang sedang membutuhkan air. Pergerakan awan dan arah angin dapat membuat hujan turun di lokasi berbeda dari sasaran penanganan.

"Nah, kalau kita sebut dengan istilah panen hujan itu tadi, kita menjatuhkan hujan di tempat yang kita inginkan ketika potensi bibit awannya itu mencukupi," ujarnya.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Gempa M 7 NTT-Kebakaran Hutan di Kalimantan"


(rns/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork