×
Ad

Bukan Tanah Biasa, Begini Asal-usul Gambut di Indonesia

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 21 Okt 2026 07:45 WIB
Pemadaman kebakaran di lahan gambut Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). Foto: ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN
Jakarta -

Lahan gambut berkaitan erat dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Kebakaran lahan gambut sulit dipadamkan karena api merambat dan membara di bawah permukaan tanah (subsurface smoldering), meskipun api di permukaan atas terlihat sudah padam.

Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua memiliki kawasan lahan gambut yang terbentuk melalui proses alam selama ribuan tahun. Keberadaan gambut di pulau-pulau tersebut tidak lepas dari kondisi lingkungan yang memungkinkan sisa tumbuhan menumpuk dan tidak terurai sempurna.

Gambut terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan, seperti daun, ranting, akar, dan bagian tanaman lainnya, yang mengalami penguraian tidak sempurna. Proses ini umumnya berlangsung di lingkungan yang jenuh air dan kekurangan oksigen, sehingga aktivitas penguraian bahan organik melambat.

Penelitian 'Hydrology and peat-land development in Indonesia' oleh Nyoman Sumawijaya dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (sekarang BRIN) yang diterbitkan pada 2006 menjelaskan bahwa kondisi tergenang air dan minim oksigen merupakan faktor utama pembentukan gambut tropis.

"Kondisi tanah yang tergenang air dan kekurangan oksigen merupakan faktor utama yang menentukan pembentukan gambut di wilayah tropis," tulisnya.

Kondisi tersebut dapat ditemukan di sejumlah dataran rendah, kawasan pesisir, cekungan sungai, dan wilayah pedalaman yang memiliki tata air yang mendukung akumulasi bahan organik.

Namun, tidak semua dataran rendah otomatis menjadi gambut. Pembentukannya juga bergantung pada ketersediaan bahan organik, kondisi vegetasi, bentuk bentang alam, dan kestabilan tata air dalam jangka panjang.

Keberadaan gambut di empat pulau tersebut didukung penelitian pemetaan nasional yang diterbitkan dalam jurnal Geoderma pada 2021. Studi berjudul 'Revisiting Tropical Peatlands in Indonesia: Semi-detailed Mapping, Extent and Depth Distribution Assessment' memperkirakan luas gambut Indonesia mencapai 13,43 juta hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5,85 juta hektare berada di Sumatra, 4,54 juta hektare di Kalimantan, 3,01 juta hektare di Papua, dan 24 ribu hektare di Sulawesi. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan pemetaan yang dipublikasikan pada 2021. Perbedaan luas itu memperlihatkan bahwa gambut tidak tersebar merata. Sumatra, Kalimantan, dan Papua memiliki kawasan gambut yang jauh lebih luas dibandingkan Sulawesi.




(rns/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork