Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ada Segitiga Hitam Misterius di Google Maps, Sengaja Disensor?

Ada Segitiga Hitam Misterius di Google Maps, Sengaja Disensor?


Aisyah Kamaliah - detikInet

Citra satelit yang diambil dari Google Maps ini memperlihatkan sebuah wilayah berbentuk segitiga yang aneh, yang oleh banyak orang disebut sebagai lubang hitam. Ternyata itu adalah sebuah pulau bernama Pulau Vostok.
Citra satelit yang diambil dari Google Maps ini memperlihatkan sebuah wilayah berbentuk segitiga yang aneh, yang oleh banyak orang disebut sebagai lubang hitam. Ternyata itu adalah sebuah pulau bernama Pulau Vostok. Foto: Google Maps
Jakarta -

Pada tahun 2021, seseorang secara tidak sengaja menemukan sebuah area gelap di tengah Samudra Pasifik. Dia yang penasaran membagikan tangkapan layarnya ke internet.

Citra satelit yang diambil dari Google Maps ini memperlihatkan sebuah wilayah berbentuk segitiga yang aneh, yang oleh banyak orang disebut sebagai lubang hitam. Banyak orang berspekulasi mengenai apa sebenarnya objek tersebut dan mengapa tampak disensor atau ditutupi. Malahan ada yang menduga itu adalah pangkalan militer super rahasia.

Dengan cepat, foto ini menarik perhatian karena perairan di sekitarnya terlihat jelas. Anehnya, bagian tengahnya tampak 'sengaja' dibuat gelap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Setelah unggahan tersebut beredar, sejumlah penganut teori konspirasi yang antusias mencoba mengungkap rahasia di balik 'black hole' itu, hingga akhirnya kebenarannya terungkap.

Dikutip dari Bored Panda, Jumat (18/9/2026), Fabian Gottlieb von Bellingshausen adalah orang yang menemukan daratan ini pada tahun 1820. Pulau ini dinamai berdasarkan nama kapalnya, Vostok (yang berarti 'Timur' dalam bahasa Rusia).

Pada tahun 1860, Amerika Serikat mengklaim pulau ini berdasarkan Undang-Undang Guano (Guano Act), namun tidak pernah memanfaatkan deposit pupuk alami yang ada di sana. Upaya untuk mendirikan perkebunan kopra di atol tersebut pun gagal, mungkin inilah sebabnya kawasan tersebut tetap tak tersentuh dan flora aslinya tumbuh subur.

Daratan karang tak berpenghuni ini terletak 4.000 mil (sekitar 6.437 km) di sebelah timur Australia, tepatnya di tengah Samudra Pasifik. Pulau ini merupakan salah satu dari 33 daratan yang menjadi wilayah Republik Kiribati. Pulau ini dikenal dengan beberapa nama, antara lain Anne, Bostock, Leavitts, Reaper, dan bahkan Wostock.

Mengapa terlihat sangat gelap?

Pulau ini tampak seperti lubang hitam di Google Maps karena tutupan pohon Pisonia yang sangat rapat. Vegetasi Pisonia yang rapat terlihat hampir berwarna hitam jika dilihat dari angkasa.

Jurnalis National Geographic bahkan pernah mengunjungi kawasan terpencil ini sebagai bagian dari ekspedisi untuk mempelajari kehidupan lautnya. Mereka ialah Enric Sala dan timnya, yang menggambarkan pengalaman menyelam di sana sebagai yang terbaik dalam hidup mereka. Mereka melihat hiu, ikan barakuda, dan ikan surgeonfish, serta mendapati kondisi lingkungan di sana masih sangat alami juga terjaga.

Burung great frigatebird dan brown noddy termasuk di antara banyaknya jenis burung yang kerap mengunjungi atol ini. Sayangnya bagi burung-burung tersebut, pepohonan Pisonia yang lebat bisa menjadi jebakan. Begitu mereka terjebak dalam polong biji pohon tersebut, mereka mungkin tidak akan selamat. Itulah sebabnya orang yang sampai di pulau tersebut mungkin menemukan tumpukan tulang di bawah pepohonan yang dijuluki sebagai 'penangkap burung'.

Akses menuju pulau ini kabarnya sulit karena tidak adanya pelabuhan atau tempat berlabuh. Ketiadaan sumber air tawar membuat orang sulit untuk menetap secara permanen di sana. Ditambah dengan ukurannya yang kecil dan hutannya yang lebat, pulau ini menjadi tempat yang sangat menantang untuk dijadikan hunian.

Ada banyak pulau menarik dan penuh misteri semacam ini di seluruh dunia. UNESCO mencatat bahwa Socotra di Yaman merupakan salah satu yang sangat istimewa. Lanskapnya dipenuhi oleh pohon Dragon's Blood (Darah Naga) yang legendaris serta flora yang sangat unik. Faktanya, 37% dari 825 spesies tanaman di Socotra tidak dapat ditemukan di tempat lain mana pun di dunia.



(ask/ask)




Hide Ads