×
Ad

China Buka Kanal 134 Km, Pangkas Jalur Dagang ke Asia Tenggara

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 18 Sep 2026 15:10 WIB
Sebuah jembatan di Kanal Pinglu, yang diresmikan oleh China pada 16 September 2026. Foto: via Al Jazeera
Jakarta -

China resmi membuka Kanal Pinglu, jalur air sepanjang 134 kilometer yang menghubungkan wilayah pedalaman China dengan laut dan membuka rute baru menuju Asia Tenggara.

Kanal yang berada di Guangxi, China selatan, ini menjadi jalur air sungai ke laut modern pertama yang dibangun China sejak berdirinya Republik Rakyat China. Proyek tersebut dirancang untuk memperpendek perjalanan logistik dari wilayah barat daya China menuju pasar Asia Tenggara.

Yang membuatnya menarik bukan hanya ukurannya. Kanal Pinglu dirancang agar kapal dari jaringan sungai pedalaman bisa langsung menuju pelabuhan laut tanpa harus memindahkan muatan ke kapal lain.

Dikutip dari Al Jazeera, Kanal Pinglu menghubungkan Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu, bagian barat laut Teluk Tonkin yang berada di antara China selatan dan Vietnam utara.

Dengan jalur baru tersebut, wilayah pedalaman seperti Yunnan, Guizhou, Chongqing, hingga Sichuan memiliki akses yang lebih pendek menuju laut.
Menurut pemerintah daerah Guangxi, kanal ini dapat memangkas jarak pelayaran antara wilayah barat daya China dan negara-negara Asia Tenggara sekitar 560 kilometer.

Biaya logistik juga diperkirakan turun 18-30%. Zhang Zhiwen, wakil sekretaris jenderal pemerintah Guangxi, memperkirakan penghematan biaya transportasi bisa mencapai lebih dari 5 miliar yuan atau sekitar Rp 13,2 triliun.

Kanal tersebut dibangun dengan biaya sekitar 72,7 miliar yuan (sekitar Rp 192 triliun) dan dirancang untuk kapal dengan kapasitas hingga 5.000 ton.
Di sepanjang jalurnya terdapat tiga pintu air atau ship lock yang memungkinkan kapal melewati perbedaan ketinggian air sebelum melanjutkan perjalanan.

Sistem ini membuat kapal sungai dapat bergerak menuju pelabuhan Qinzhou tanpa harus memindahkan barang ke kapal lain. Dengan begitu, proses distribusi dari wilayah pedalaman hingga laut bisa berlangsung lebih langsung.

Kanal Pinglu merupakan bagian dari New International Land-Sea Trade Corridor, jaringan transportasi yang menghubungkan wilayah barat dan barat daya China dengan Asia Tenggara serta pasar internasional.

Di ujung selatan kanal terdapat Pelabuhan Teluk Beibu, yang kapasitas penanganan kontainernya meningkat dari 2,28 juta TEU pada 2017 menjadi 10,06 juta TEU pada 2025. Pelabuhan tersebut sudah memiliki jaringan pelayaran menuju sejumlah negara Asia Tenggara.

China juga tengah mengembangkan kawasan industri di sepanjang koridor tersebut. Sektor yang ditargetkan antara lain logam nonferrous, mineral kritis, bahan kimia ramah lingkungan, kecerdasan buatan, dan teknologi informasi.

Dampaknya diharapkan tidak hanya berupa jalur transportasi baru, tetapi juga munculnya pusat industri dan logistik baru di sekitar kanal.
Pembukaan kanal ini terjadi ketika perdagangan China-Asia Tenggara terus meningkat. Data Administrasi Umum Bea Cukai China menunjukkan nilai perdagangan bilateral pada paruh pertama 2026 mencapai sekitar 4,34 triliun yuan (Rp 11,4 kuadriliun), naik 18,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Lu Xinning, wakil ketua pemerintah Guangxi, menggambarkan manfaat ekonomi kanal tersebut sebagai keuntungan yang nyata karena dapat mengurangi biaya operasional sekaligus mendorong perdagangan domestik dan internasional.

Namun, tentunya ada harga sosial yang harus dibayar di balik proyek raksasa. Pembangunan kanal sepanjang 134 kilometer tersebut juga membutuhkan perubahan besar pada wilayah yang dilaluinya.

Menurut sumber resmi yang dikutip Al Jazeera, proses pembangunan melibatkan pemindahan 2.764 keluarga atau 11.228 orang di empat wilayah administratif di Guangxi. Di Hengzhou saja, sebanyak 368 rumah dibongkar dengan luas keseluruhan sekitar 84.200 meter persegi. Pemerintah setempat kemudian menyediakan berbagai model hunian baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan warga.

Sebagian penduduk juga membawa pohon tua dari lokasi lama ke rumah baru. Salah satunya adalah pohon kapur barus berusia sekitar 217 tahun.
Seorang warga yang harus meninggalkan desanya mengatakan, "Tidak ada lagi desa bernama Fenghuangping, tetapi dengan Kanal Pinglu, masa depan akan menjadi lebih baik."

Kanal ini mulai dibuka untuk pelayaran pada 16 September 2026. Hingga akhir 2026, kapal komersial masih dapat melintasi tiga pintu air secara gratis. Mulai 1 Januari 2027, tarif uji coba ditetapkan sebesar 1 yuan (Rp 2.645) untuk setiap ton kapasitas kapal setiap kali melewati pintu air.

Dengan Kanal Pinglu, China pada dasarnya sedang mengubah geografi logistiknya, yakni wilayah pedalaman yang jauh dari laut kini memiliki jalur yang lebih pendek menuju pelabuhan dan pasar Asia Tenggara.



Simak Video "Video Detik-detik Gempa M 5,2 Hantam China, 2 Tewas-13 Bangunan Runtuh"

(rns/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork