Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Jam Tangan Pintar yang Semakin Sehat

Review Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Jam Tangan Pintar yang Semakin Sehat


Agus Tri Haryanto - detikInet

Galaxy Watch Ultra 2
Foto: Adi FR/detikINET
Jakarta -

Sekilas mungkin tampak sama dengan generasi pertama, namun jika ditelusuri lebih dalam Samsung memberikan penyegaran di Galaxy Watch Ultra 2. detikINET pun berkesempatan menjajal perangkat wearable andalan Samsung ini.

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 datang bukan sekadar sebagai smartwatch baru dengan spesifikasi lebih tinggi dari pendahulunya. Perangkat ini membawa ambisi yang cukup jelas: menjadi jam tangan pintar yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap mampu mendampingi aktivitas olahraga hingga petualangan outdoor.

Desain

Memandang Galaxy Watch Ultra 2 seakan tidak memiliki perbedaan dengan Galaxy Watch Ultra 1 dengan mempertahankan karakter khas seri Ultra. Bodinya besar dengan material titanium dan bentuk yang terlihat lebih seperti perangkat outdoor dibanding smartwatch konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tampilannya masih mengusung desain kotak yang dipadu layarnya yang bundar dilindungi ring berukuran 47mm. Sebagai pengguna lama Galaxy Watch Ultra 1, bodinya begitu besar dan tebal seakan tangan ini 'menumpuk'. Nah, di generasi keduanya ini, Samsung memberi perampingan dimensi bodi 12% menjadi 10,7mm.

Meski lebih tipis, bobotnya justru lebih besar 1,5g yang versi pertama. Namun menarik saat dikenakan, justru terasa lebih ringan dan enteng, bahkan saat aktivitas intens seperti lari.

ADVERTISEMENT
Galaxy Watch Ultra 2Galaxy Watch Ultra 2 Foto: Adi FR/detikINET

Nilai positif lainnya, strap bawaan berbahan karet di Galaxy Watch Ultra 2 tidak kaku, terasa lebih lentur yang membuat pengguna nyaman memakainya dalam kondisi olahraga ataupun kegiatan sehari-hari. Sebuah pengembangan yang oke dari Galaxy Watch Ultra 1.

Bagi saya yang tidak suka tidur dalam keadaan menggunakan jam, Galaxy Watch Ultra 2 bisa jadi pengecualian, karena masih terasa nyaman. Untuk memantau kualitas tidur pun jadi bisa dianalisa oleh perangkat ini.

Aksen orange yang menonjol di versi lama, seperti ada di tombol, terlihat dikurangi tapi tidak membuat nilai perangkat ini berkurang, masih wah.

Material titanium juga memberikan kesan premium sekaligus tangguh. Galaxy Watch Ultra2 dirancang untuk menghadapi lingkungan yang lebih ekstrem dengan sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, ketahanan air 10 ATM, serta sertifikasi EN13319 untuk aktivitas menyelam.

Untuk pengguna dengan pergelangan tangan kecil, ukuran 47mm mungkin tetap terasa besar. Namun, ukuran tersebut sekaligus menjadi konsekuensi dari layar besar, baterai besar, dan sejumlah sensor yang ditanamkan Samsung.


Layar

Samsung melakukan sejumlah perubahan penting. Galaxy Watch Ultra2 kini menggunakan Snapdragon Wear Elite, layar dengan tingkat kecerahan hingga 5.000 nit yang ada peningkatan dari sebelumnya cuma 3.000 nit.

Samsung membekali smartwatch ini dengan panel Super AMOLED berukuran 1,52 inci dengan resolusi 498 x 498 piksel. Tingkat kecerahannya mencapai 5.000 nit.

Angka tersebut menjadikan Galaxy Watch Ultra2 sebagai smartwatch dengan tingkat kecerahan yang sangat tinggi. Samsung memang memposisikannya untuk aktivitas outdoor, ketika pengguna harus melihat informasi layar di bawah paparan cahaya matahari langsung.

Samsung Galaxy Watch Ultra 2Tampilan layar Samsung Galaxy Watch Ultra 2 masih bisa terlihat jelas informasinya. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Samsung Galaxy Watch Ultra 2Samsung Galaxy Watch Ultra 2 saat dipakai berolahraga. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

detikINET masih bisa melihat layar meski di bawah terik Matahari. Tingkat kecerahannya bisa diatur sedemikian rupa sesuai dengan kenyamanan mata sang empunya. Saat digunakan lari pun, pace, detak jantung, waktu, notifikasi, dan data lainnya tetap mudah dibaca.

Dalam penggunaan sehari-hari, layar besar juga membuat informasi seperti notifikasi, statistik olahraga, navigasi, maupun data kesehatan lebih mudah dibaca.

Sebagai jam tangan premium, Galaxy Watch Ultra 2 yang punya banyak fitur di dalamnya, seperti layaknya sebuah ponsel tapi di tangan, perpindahan ke berbagai fitur berjalan mulus. Jari yang berkeringat tidak lantas tanpa hambatan untuk mengoperasikan perangkat ini.

Samsung juga mempertahankan Always-On Display. Namun, penggunaan fitur ini tentu akan berpengaruh terhadap konsumsi baterai.


Baterai

Jika ada satu bagian yang paling menarik dari Galaxy Watch Ultra 2, baterai adalah salah satunya. Samsung meningkatkan kapasitas baterai dari 590 mAh pada Galaxy Watch Ultra menjadi 800 mAh pada Ultra 2, atau naik sekitar 35%.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mengklaim Galaxy Watch Ultra 2 dapat digunakan hingga 60 jam dengan Always-On Display aktif dan hingga 80 jam ketika AOD dimatikan.

Samsung juga menghadirkan fast charging yang diklaim mampu mengisi hingga 40% dalam sekitar 30 menit. Selama detikINET gunakan, kala perangkat 0% sampai terisi penuh itu butuh waktu 3,5 jam.

Galaxy Watch Ultra 2 ini punya banyak fitur, mulai dari pemakaian GPS, layar, notifikasi, koneksi Bluetooth, LTE, pemantauan kesehatan sepanjang hari, hingga Always-On Display semuanya dapat memengaruhi daya tahan baterai.

Ketika mengaktifkan lokasi dan Always-On Display ini saat berolahraga, misalnya lari sampai 15 KM dengan waktu tempuh 2 jam, baterai yang terkuras hanya 15%. Untuk pelari, pengujian baterai menjadi semakin penting karena GPS merupakan salah satu fitur yang paling banyak menguras daya.

Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan dual-frequency GPS L1+L5. Samsung juga menyediakan fitur navigasi rute dengan file GPX serta panduan belokan demi belokan.

Performa

Galaxy Watch Ultra2 merupakan Galaxy Watch pertama yang menggunakan Snapdragon Wear Elite Platform Qualcomm SDW6100 dengan proses fabrikasi 3nm.

Chipset tersebut menggantikan Exynos W1000 yang digunakan pada Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya. Perangkat membawa RAM 2GB dan penyimpanan internal 64GB, dengan sekitar 49,3GB tersedia untuk pengguna.

Secara spesifikasi, peningkatan ini bukan hanya soal angka. Smartwatch harus mampu membuka aplikasi, berpindah menu, menampilkan data olahraga, menerima notifikasi, menjalankan sensor, serta menangani berbagai proses kesehatan tanpa membuat pengguna menunggu.

detikINET merasakan manfaat dari teknologi tersebut perpindahan menu terasa mulus, tidak pernah nge-lag, aplikasi terbuka dengan cepat, serta terbilang responsif ketika beberapa fitur digunakan bersamaan.

Untuk penggunaan sehari-hari, performa seperti ini mungkin tidak langsung terlihat sebagai fitur utama. Namun setelah smartwatch digunakan setiap hari, respons antarmuka justru menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan.

Jadi Teman Sehat

Sejak awal dirilis, Samsung ingin menunjukkan identitas Galaxy Watch Ultra 2 yang tidak hanya bergaya tapi teman sehat untuk penggunanya. Samsung membekali perangkat ini dengan GPS dual-frequency, pengukuran detak jantung, barometer, sensor suhu, sensor BioActive, serta berbagai fitur olahraga.

Untuk pelari, salah satu fitur yang menarik adalah Running Coach. Setelah pengguna melakukan running level test, sistem dapat membuat program latihan yang disesuaikan dengan kemampuan pengguna.

Samsung menyebut Running Coach dapat menganalisis pace dan tingkat kebugaran setelah pengguna berlari selama 12 menit, kemudian menyusun program latihan yang dipersonalisasi. detikINET menjajal Running Coach ini dan kita diajak untuk melakukan berbagai tantangan agar tingkat level terus meningkat.

Samsung Galaxy Watch Ultra 2Fitur Running Coach di Samsung Galaxy Watch Ultra 2 yang bisa bikin performa kalian naik level. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Fitur ini menarik terutama bagi pengguna yang tidak ingin sekadar melihat statistik setelah berlari, tetapi membutuhkan arahan mengenai latihan berikutnya.

Galaxy Watch Ultra 2 juga membawa fitur Trail Run. Pengguna dapat memuat rute GPX, mengikuti rute secara real-time, melihat elevasi, serta mendapatkan Climb Guidance untuk mengetahui kemiringan dan kenaikan elevasi pada segmen tertentu.

Bagi pelari jalan raya yang hanya berlari 5K atau 10K di lingkungan perkotaan, fitur tersebut mungkin terasa berlebihan. Tetapi bagi pengguna yang sesekali melakukan trail run, hiking, atau aktivitas outdoor, kemampuannya menjadi lebih relevan.

Akurasi Detak Jantung dan GPS

Untuk smartwatch olahraga, spesifikasi sensor tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah seberapa baik data tersebut bekerja ketika pengguna benar-benar bergerak.

Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan sensor Optical Heart Rate, Electrical Heart Sensor, Bioelectrical Impedance Analysis, accelerometer, gyro, barometer, geomagnetic sensor, dan sensor temperatur.

detikINET telah menguji sensor Heart Rate yang merupakan salah satu unsur penting diperhatikan ketika berolahraga yang kemudian digunakan secara bersamaan dengan Garmin Forerunner 165 yang memang khusus untuk lari. Hasilnya denyut jantungnya sama persis, tidak ada perbedaan antara kedua perangkat.

Galaxy Watch Ultra 2Fitur olahraga di Galaxy Watch Ultra 2 Foto: Adi FR/detikINET

Itu artinya, Galaxy Watch Ultra 2 bisa jadi 'teman' kalian untuk memantau latihan tempo run, interval, ataupun long run. Tidak ada lonjakan atau keterlambatan denyut jantung di perangkat ini.

Sedangkan untuk jarak, ada perbedaan yang tidak berbeda jauh sebenarnya. Misalnya, detikINET telah menempuh lari sejauh 5K, maka di perangkat tetangga sudah sesuai target, Galaxy Watch Ultra 2 ada 'bonus' jarak sekitar 3-7 meteran.

Pengujian seperti ini penting karena smartwatch dapat memberikan hasil yang sangat berbeda antara kondisi jalan lurus terbuka dan area dengan gedung tinggi, pepohonan rapat, atau banyak tikungan.

Samsung Health

Data dari Galaxy Watch Ultra 2 kemudian dikumpulkan melalui Samsung Health. Di sini detikers bisa melihat seberapa jauh progres kesehatan kalian, termasuk olahraga yang sudah dilalui.

Di generasi ini Samsung memperkenalkan sejumlah insight kesehatan seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index. Fitur-fitur tersebut mencoba mengubah kumpulan data kesehatan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami pengguna.

Misalnya, bukan hanya menunjukkan berapa lama pengguna tidur atau berapa detak jantungnya, tetapi membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan beban aktivitasnya.

Samsung Health menampilkan data setelah beberapa hari digunakan. Informasinya mudah dipahami dengan penampilan layanan layar yang oke nan simple. Hal ini bisa membantu memberi pemahaman dalam menentukan latihan atau recovery.

Bagi pengguna yang rutin berolahraga, bagian ini justru bisa menjadi lebih menarik daripada sekadar tampilan smartwatch.

Samsung HealthInformasi lebih rinci setelah lari menggunakan Galaxy Watch Ultra 2 bisa dilihat di Samsung Health. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Samsung HealthSamsung Health Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Pemantauan Tidur dan Recovery

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 juga dibuat untuk dipakai sepanjang hari dan malam. Artinya, smartwatch tidak hanya bekerja ketika pengguna berlari. Data tidur, detak jantung, aktivitas harian, dan berbagai parameter tubuh dapat menjadi bagian dari gambaran kondisi pengguna.

Jika dibandingkan perangkat generasi pertama, Samsung Galaxy Watch Ultra 2 tergolong nyaman dipakai tidur karena karetnya yang tidak ganggu yang sebelumnya jadi PR. Untuk kalian yang tidak terbiasa tidur pakai jam, mungkin awalnya agak risih, tapi lama-kelamaan itu terbiasa seiring dengan penyesuaian pengguna.

Samsung juga membawa fitur seperti Sleep Apnea Detection dari generasi sebelumnya, sementara Galaxy Ultra 2 mendapatkan sejumlah insight kesehatan baru melalui Samsung Health.

Nah, perlu dicatat adalah fitur kesehatan pada smartwatch bukan pengganti diagnosis medis. Data yang diberikan lebih tepat digunakan sebagai informasi pendukung untuk memahami pola kesehatan pengguna. Jadi, kalau ada hal dirasa tidak sesuai, baiknya pengguna konsultasi ke dokter.

Samsung HealthMemantau kualitas tidur di Samsung Health Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Gemini di Pergelangan Tangan

Galaxy Watch Ultra2 juga membawa integrasi Gemini yang lebih praktis. Samsung memperkenalkan gesture Raise to Talk, yang memungkinkan pengguna mengangkat pergelangan tangan ke arah mulut untuk mulai berbicara dengan Gemini tanpa harus menekan tombol atau mengucapkan kata pemicu terlebih dahulu.

Dalam praktiknya, fitur seperti ini akan sangat bergantung pada konteks penggunaan. Keberadaan Gemini ini dengan beberapa perintah sederhana, seperti membuat pengingat, menanyakan informasi, mengatur aktivitas, atau pertanyaan terkait olahraga turut mempermudah pengguna. Respons cepat dan gesture Raise to Talk mudah digunakan dapat berjalan baik.

Bagi pengguna yang jarang berbicara dengan smartwatch, fitur ini mungkin tidak akan menjadi alasan utama membeli Ultra 2. Namun bagi pengguna yang terbiasa menggunakan ekosistem Google, kemampuan tersebut menambah fungsi smartwatch sebagai perangkat yang lebih mandiri.

Galaxy Watch Ultra 2Galaxy Watch Ultra 2 Foto: Adi FR/detikINET

Galaxy Watch Ultra 2 dapat digunakan dengan smartphone Android yang kompatibel. Namun pengalaman terbaik tetap berada dalam ekosistem Samsung.

Samsung menyebut Galaxy Watch Ultra 2 dapat terhubung ke ponsel Android melalui Galaxy Wearable. Namun beberapa fitur seperti Samsung Wallet serta ECG dan pengukuran tekanan darah melalui Samsung Health Monitor membutuhkan ponsel Galaxy.

Akan tetapi, jam tangan pintar ini sulit terhubung kalau HP kalian berbasis iOS dan jamnya ini. Jadi, sebuah catatan penting sebelum membeli.

Kapasitas Smartwatch

Samsung memberikan Galaxy Watch Ultra 2 penyimpanan 64GB dan RAM 2GB. Kapasitas yang tersedia untuk pengguna sekitar 49,3GB setelah sistem dan perangkat lunak diperhitungkan. Untuk sebuah smartwatch, kapasitas tersebut tergolong besar.

Pengguna dapat memanfaatkannya untuk aplikasi, musik, dan berbagai kebutuhan lain yang didukung perangkat. Pengguna dapat menginstal aplikasi yang diunduh di Play Store. Ini membuat perangkat ini layaknya HP, hanya saja ada di pergelangan tangan kita.

Kelebihan

Pertama adalah baterai 800 mAh. Ini merupakan peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya dan secara teori memberikan ruang lebih luas untuk penggunaan GPS serta pemantauan kesehatan sepanjang hari.

Kedua adalah layar 5.000 nit. Fitur ini bukan sekadar angka spesifikasi karena memang ditujukan untuk menjawab masalah yang sering muncul pada smartwatch ketika digunakan di luar ruangan.

Ketiga adalah kemampuan olahraga dan outdoor. Dual-frequency GPS, Trail Run, GPX navigation, Climb Guidance, sensor kesehatan, hingga ketahanan air membuat Ultra2 lebih dekat ke kategori sports smartwatch premium, meski tetap membawa karakter smartwatch Wear OS. Ini tanda Samsung serius bawa seri Ultranya buat pendukung olahraga pengguna.

Galaxy Watch Ultra 2Galaxy Watch Ultra 2 Foto: Adi FR/detikINET

Kekurangan

Ukuran 47mm membuatnya tetap menjadi smartwatch yang besar jika dibandingkan dibandingkan wearable sport. Bobot 61,5 gram juga bukan yang paling ringan, tapi anehnya detikINET tidak merasakan berat jika dibandignkan Watch Ultra 1.

Kekurangan yang tampak besar itu kalau dipakai keseharian malah menjadi nilai plus. Desainnya yang elegan bikin pengguna cocok untuk ke acara non-formal ataupun formal.

Bagi kalian yang sudah dan perangkat utamanya berbasis iOS, Galaxy Watch Ultra 2 ini seperti kekurangan karena tidak bisa dipantau di HP kalian.

Galaxy Watch Ultra 2Galaxy Watch Ultra 2 Foto: Adi FR/detikINET


Kesimpulan

Galaxy Watch Ultra 2 menunjukkan bahwa Samsung semakin serius membawa smartwatch-nya ke ranah olahraga dan aktivitas outdoor.

Peningkatan baterai menjadi 800 mAh, layar hingga 5.000 nit, Snapdragon Wear Elite, dual-frequency GPS, penyimpanan 64GB, serta dukungan aktivitas outdoor membuatnya memiliki fondasi yang kuat sebagai smartwatch premium.

Namun nilai sebenarnya baru terlihat ketika perangkat dipakai dalam rutinitas sehari-hari. Tampilan memang boleh sama dengan pendahulunya, tapi Samsung bikin peningkatan di berbagai fiturnya.

Bagi pelari, Galaxy Watch Ultra 2 menarik karena tidak berhenti pada pencatatan aktivitas. Samsung mencoba menjadikannya sebagai perangkat yang membantu pengguna memahami latihan, beban aktivitas, recovery, hingga kondisi tubuh.

Sementara bagi pengguna biasa, daya tarik utamanya justru berada pada kombinasi desain premium, layar sangat terang, baterai besar, kemampuan smartwatch yang lengkap, dan ketahanan yang lebih tinggi.

Dengan harga Rp10,499 juta, Galaxy Watch Ultra 2 memang bukan smartwatch yang murah. Tetapi jika seluruh kemampuan tersebut benar-benar digunakan, perangkat ini menawarkan paket yang cukup lengkap untuk menjadi smartwatch harian sekaligus partner olahraga dan aktivitas outdoor.



(agt/agt)






Hide Ads