Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Viral Video Ular Kobra Berkeliaran di Lokasi Banjir China

Viral Video Ular Kobra Berkeliaran di Lokasi Banjir China


Adi Fida Rahman - detikInet

Viral Cobra di China
Viral Video Ular Kobra Berkeliaran di Lokasi Banjir China Foto: The Times
Jakarta -

Video ular kobra muncul di tengah banjir di Hengzhou, Guangxi Zhuang Autonomous Region, China selatan, viral di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan kepala ular berbisa menyembul dari air banjir yang keruh, sementara warga berusaha menangkap ular menggunakan jaring.

Video tersebut ternyata berkaitan dengan bencana banjir besar yang menerjang wilayah itu. Banjir bandang yang melanda wilayah Hengzhou, Guangxi Zhuang, China selatan memicu lepasnya ratusan ular, termasuk ular kobra dan beberapa spesies berbisa lainnya, dari peternakan setelah banjir menghancurkan fasilitas budidaya.

Insiden ini terjadi setelah hujan deras yang dipicu Topan Maysak menyebabkan dua waduk di wilayah tersebut jebol. Selain merusak permukiman, banjir juga menghanyutkan peternakan ular hingga ratusan ekor reptil berbahaya berkeliaran di kawasan terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut laporan media lokal, peternakan ular di Desa Dengwei, Kecamatan Yunbiao, rusak parah setelah Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao jebol pada Senin (6/7). Estimasi awal menyebut sekitar 800 hingga 900 ekor ular berhasil lolos dari kandangnya.

Meski demikian, sebagian besar media pemerintah China menyebut jumlah ular yang lepas mencapai "ratusan ekor".

Jenis ular yang dilaporkan lepas bukan hanya ular air yang tidak berbisa. Otoritas setempat mengonfirmasi terdapat ular berbisa seperti kobra, krait, green pit viper, serta king ratsnake yang ikut terbawa arus banjir.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang dibagikan media pemerintah memperlihatkan warga menangkap ular menggunakan jaring.

@chinaminutes Around 900 snakes have escaped from a snake breeding farm in Hengzhou, Guangxi, after Typhoon Maysak triggered severe flooding across southern China. The floodwaters destroyed parts of the breeding facility, allowing an estimated 800 to 900 snakes to escape into nearby villages. Most are believed to be non-venomous, but officials say venomous cobras were also among the escaped reptiles. Search operations remain underway, with emergency teams and local volunteers working to capture the snakes while residents have been urged to avoid approaching them and report any sightings. At least one snakebite has been reported so far. The snake escape is just one consequence of the extreme weather. Typhoon Maysak brought torrential rainfall to Guangxi, causing reservoirs to overflow, inundating communities, damaging infrastructure and forcing mass evacuations. The flooding has killed at least six people, left 11 missing and displaced around 130,000 residents, with rescue efforts continuing across the region. #breakingnews #typhoon #snake #snakes #escape ♬ original sound - China Minutes

Dalam salah satu rekaman, seekor ular kobra tampak mengangkat kepalanya di atas air banjir yang keruh sebelum menghilang mengikuti arus.

Video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu kekhawatiran karena ular-ular tersebut berpotensi masuk ke rumah warga yang masih terendam banjir.

Peternakan ular memang cukup umum ditemukan di China selatan. Hewan-hewan tersebut dibudidayakan untuk kebutuhan konsumsi, obat tradisional, hingga produksi serum anti-bisa. Namun, insiden lepasnya ratusan ular berbisa akibat banjir dalam jumlah sebesar ini tergolong sangat jarang terjadi.

Korban Gigitan Ular Bertambah

Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan akibat banjir, tetapi juga meningkatkan risiko gigitan ular.

Seorang warga yang dirawat di rumah sakit mengaku digigit ular kobra saat membersihkan puing-puing di lantai dasar rumahnya pada Selasa (7/7) sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

"Ratusan ular kabur sekaligus. Saya sudah melihat lima atau enam ekor.," ujar korban kepada Beijing News.

Dokter di Rumah Sakit Rakyat Hengzhou mengatakan mereka telah menangani beberapa pasien akibat gigitan ular sejak banjir melanda.

Laporan Beijing News juga menyebut satu orang meninggal dunia akibat gigitan ular berdasarkan konfirmasi rumah sakit dan keterangan saksi.

Pusat Media Hengzhou segera mengeluarkan panduan darurat mengenai pencegahan gigitan ular.

Warga diperingatkan agar berhati-hati karena ular berbisa dapat bersembunyi di dalam rumah, tangga, sudut bangunan, tumpukan puing, hingga tepi sungai.

Otoritas juga meningkatkan stok serum anti-bisa di Rumah Sakit Rakyat Hengzhou, membuka jalur cepat penanganan pasien gigitan ular, serta mengirim tim penyelamat dan tenaga medis tambahan ke lokasi terdampak.

Kepala Komite Desa Dengwei, Wu Zhi, sebelumnya juga membenarkan adanya warga yang digigit ular usai banjir.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan operasi penyelamatan secara maksimal menyusul banjir besar dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut.

Sementara itu, Biro Manajemen Darurat Hengzhou mengaku telah mengetahui laporan mengenai kerusakan peternakan ular beserta insiden gigitan yang menimpa warga.

Dampak Topan Maysak tidak hanya dirasakan di Hengzhou. Di Guangxi, banjir dilaporkan telah menewaskan sedikitnya enam orang, memaksa lebih dari 50.000 warga mengungsi, sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Secara nasional, korban jiwa akibat cuaca ekstrem di China dilaporkan mencapai 38 orang. Longsor di Provinsi Gansu menewaskan 21 orang, sedangkan badai petir dan tornado di Provinsi Hubei merenggut 11 korban jiwa.



(afr/afr)






Hide Ads