Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sulap Apartemennya Jadi Sarang Ular Piton, Pria Ini Ditangkap

Sulap Apartemennya Jadi Sarang Ular Piton, Pria Ini Ditangkap


Fino Yurio Kristo - detikInet

Sulap Apartemennya Jadi Sarang Ular Piton
Sulap Apartemennya Jadi Sarang Ular Piton, Pria Ini Ditangkap. Foto: CCTV via SCMP
Jakarta -

Seorang pria di China dijatuhi hukuman penjara setelah pihak berwenang menemukan lebih dari 300 ular piton hidup di dalam apartemennya. Kasus ini bermula bulan Maret 2024 ketika seorang warga lanjut usia di Taizhou, kota di provinsi Zhejiang, melihat seekor ular besar di dekat kaki gunung setempat.

Menurut South China Morning Post, pria tersebut melapor ke pihak berwenang setelah menyadari keberadaan reptil itu, digambarkan sebagai ular kecokelatan sebesar lengan orang dewasa. Penyelidik curiga hewan tersebut lepas dari penangkaran karena ular piton bukan satwa asli wilayah tersebut dan ular liar biasanya tak aktif selama bulan Maret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Polisi kemudian berkonsultasi dengan peternak ular yang memberi tahu bahwa piton butuh lingkungan hangat dan lembap secara konsisten untuk bertahan. Informasi ini mendorong pihak berwenang meninjau catatan konsumsi listrik di daerah itu, karena yakin peternak butuh daya besar untuk mempertahankan suhu 20 hingga 30 derajat Celsius.

Penyelidikan akhirnya mengarah pada seorang pria bermarga Guo, yang dilaporkan tinggal sendirian. Pihak berwenang juga memantau pria lain bermarga Di, yang sering mengunjungi apartemen tersebut dan mengambil paket-paket berisi tikus putih yang dibeli online. Para penjual memberi tahu penyelidik bahwa tikus-tikus itu biasa digunakan sebagai makanan reptil peliharaan.

Polisi kemudian menemukan unggahan media sosial yang diduga memperlihatkan ular-ular milik Guo beserta referensi penjualannya. Penyelidik juga mengungkap catatan yang menunjukkan bahwa Di telah menjual dua ekor piton kepada pembeli lain seharga 1.000 yuan.

Sulap Apartemennya Jadi Sarang Ular PitonSetelah tiba di apartemen, petugas terkejut dan merasa kedinginan saat mereka menyaksikan banyak kotak plastik yang ditumpuk tinggi, masing-masing menampung seekor ular piton. Foto: CCTV via SCMP

Ketika petugas menggeledah apartemen Guo, mereka menemukan ruangan-ruangan yang dipenuhi tumpukan wadah plastik berisi ular. Menurut pihak berwenang, Guo telah mengubah dua kamar tidur dan ruang tamu menjadi kandang reptil, sementara ia menaruh semua perabotannya di satu kamar tidur yang tersisa.

Secara keseluruhan, polisi menyita 309 ekor piton dari apartemen tersebut dan memindahkannya ke kebun binatang setempat. Guo memberi tahu penyelidik bahwa ia telah lama terpesona dengan ular dan memulainya dengan empat ekor piton yang dibelinya di 2014.

Pihak berwenang melaporkan bahwa Guo dan Di menjual 80 ekor piton sebelum ditangkap. Pria ketiga bermarga Deng, yang diduga menjual ular-ular pertama kepada Guo, juga ditangkap setelah polisi menemukan 47 ekor piton di rumahnya.

Menurut laporan, kasus ini melibatkan total 436 ekor piton senilai lebih dari 30 juta yuan. Pengadilan di Taizhou menjatuhkan hukuman penjara kepada ketiganya. Rincian mengenai hukuman mereka tidak diungkapkan.

Ular piton diklasifikasikan sebagai satwa dilindungi Tingkat Dua di China. Kegiatan membiakkan, mengangkut, membeli, atau menjualnya tanpa izin resmi adalah melanggar hukum.




(fyk/afr)






Hide Ads