Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dikira Kucing Biasa, Ternyata Spesies Baru Pertama dalam 100 Tahun

Dikira Kucing Biasa, Ternyata Spesies Baru Pertama dalam 100 Tahun


Adi Fida Rahman - detikInet

Kucing spesies baru Leopardus tilcayo
Dikira Kucing Biasa, Ternyata Spesies Baru Pertama dalam 100 Tahun Foto: Fernando Faciole/National Geographic
Jakarta -

Seekor kucing mungil yang sempat dikira kucing rumahan ternyata menyimpan kejutan besar. Ilmuwan mengidentifikasinya sebagai spesies kucing liar baru yang belum pernah dikenal sains, bernama Leopardus tilcayo.

Temuan ini istimewa karena Tilcayo menjadi spesies kucing hidup baru pertama yang secara formal diberi nama dan dideskripsikan dalam lebih dari satu abad. Hasil penelitiannya diterbitkan di jurnal Current Biology pada 17 September 2026.

Tilcayo hidup di hutan awan Yungas, Bolivia. Ukurannya bahkan lebih kecil dibanding rata-rata kucing rumahan, dengan panjang tubuh sekitar 46 cm dan berat hanya 1,4 kg. Bulunya berwarna cokelat muda dengan pola roset gelap tidak beraturan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kisah penemuannya bermula pada 2016. Seorang warga menemukan anak kucing di jalan dekat hutan dan membawanya pulang karena mengira hewan tersebut merupakan kucing domestik.

Sekitar setahun kemudian, kucing yang jelas memiliki sifat liar itu diserahkan ke Senda Verde Wildlife Sanctuary. Biolog Paola Nogales-Ascarrunz kemudian mendapat laporan mengenai seekor "kucing aneh" di tempat tersebut.

Awalnya Nogales-Ascarrunz mengira hewan itu adalah Leopardus tigrinus, kelompok tiger cat yang sudah dikenal. Namun ia melihat sejumlah keanehan, termasuk pola roset yang lebih besar dibanding referensi kucing serupa dari Brasil.

Kucing spesies baru Leopardus tilcayoPaola Nogales-Ascarrunz dengan Leopardus tilcayo di Suaka Margasatwa Senda Verde di Bolivia. Foto: Fernando Faciole/National Geographic

DNA Ungkap Identitas Sebenarnya

Misteri tersebut akhirnya dipecahkan lewat analisis genetik. Tim peneliti membandingkan genom 38 kucing dari genus Leopardus dari sejumlah wilayah Amerika Selatan, termasuk delapan spesimen museum.

Hasilnya menunjukkan Tilcayo merupakan garis keturunan tersendiri yang terpisah dari tiger cat lainnya sekitar 1,4 juta tahun lalu. Para ilmuwan kemudian memberinya nama Leopardus tilcayo, mempertahankan nama "Tilcayo" yang sudah digunakan masyarakat lokal.

Penelitian tersebut sekaligus mengubah pemahaman mengenai keluarga tiger cat. Kelompok yang dahulu dianggap satu spesies ternyata terdiri dari lima spesies berbeda secara genetik.

Namun masih banyak misteri mengenai Leopardus tilcayo. Informasi ilmiah saat ini baru berasal dari dua individu hidup dan sejumlah kecil rekaman camera trap. Salah satunya adalah kucing jantan berusia 10 tahun yang kini tinggal di Senda Verde Wildlife Sanctuary.

Kucing spesies baru Leopardus tilcayoKucing Leopardus tilcayo berukuran lebih kecil daripada kucing rumahan. Foto: Fernando Faciole/National Geographic

Bukti awal dari kotorannya menunjukkan hewan ini kemungkinan memakan tikus kecil, sementara rekaman kamera mengindikasikan Tilcayo mungkin lebih aktif pada malam hari.

Penemuan ini sekaligus menimbulkan kekhawatiran konservasi. Hutan Yungas menghadapi tekanan akibat deforestasi, perluasan pertanian, kebakaran akibat aktivitas manusia dan pertambangan.

Temuan tersebut sudah disampaikan kepada IUCN. Ketika lima garis keturunan tiger cat nantinya dinilai secara terpisah, peneliti mengatakan Tilcayo berpotensi masuk kategori terancam punah. Namun, status endangered tersebut belum resmi ditetapkan.



(afr/afr)




Hide Ads