Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pria Ini Viral karena Memburu Ikan Cantik yang Ternyata Mengerikan

Pria Ini Viral karena Memburu Ikan Cantik yang Ternyata Mengerikan


Tim - detikInet

Ikan Singa
Foto: Wikipedia
Jakarta -

Nate Sorensen dan Lionfish Extermination Corp. terkenal di media sosial karena memburu ikan cantik tapi ternyata hama, yaitu lionfish atau ikan singa, sering juga disebut ikan lepu.

Dikutip detikINET dari CNN, Sorensen merekam dirinya di Instagram atau TikTok menyusuri pantai Florida. "Bum!" katanya, sambil menombak kepala seekor ikan lepu.

Misi Sorensen membunuh spesies invasif yang mengancam terumbu karang Florida ini memberinya dan organisasi nirlabanya puluhan juta penonton. Pembasmian yang dikemas layaknya game menjadi salah satu daya tariknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikan lepu beracun merupakan masalah besar di Florida. Pertama kali terdeteksi tahun 1980-an setelah kemungkinan dilepas dari akuarium, populasi ikan lepu merah meledak 15 tahun terakhir. Ia dapat berkembang biak tiap empat hari. Betinanya melepaskan hingga 2 juta telur dalam setahun.

Tanpa predator atau mangsa waspada seperti di habitat aslinya di Pasifik Selatan dan Samudra Hindia, nafsu makannya yang rakus menghancurkan jaring makanan. Ikan ini memangsa sekitar 70 spesies ikan kecil dan invertebrata.

ADVERTISEMENT

Ini termasuk makanan predator asli, spesies penjaga karang dan menjaga kesehatan terumbu karang, serta spesies komersial. "Terumbu karangnya pada akhirnya akan hancur," sebut Sorensen.

Sorensen memperkirakan seekor ikan lepu makan 10 ikan sehari. Ia pernah membelah perutnya dan menemukan 75 ekor ikan. Kalikan dengan umur ikan lepu yang mencapai 15 tahun, dan hasilnya adalah jumlah ikan sangat banyak. "Mereka nyaris jatuh sakit karena terlalu banyak makan," sebutnya.

Ya, ikan lepu hidup begitu mudah di Florida hingga obesitas. "Mereka adalah predator nomor satu di terumbu karang kita dan mereka seharusnya tidak di sini," tegasnya.'

Pekerjaan Khusus

Sorensen mulai berburu di Pantai Boynton dekat rumahnya. Awalnya hanya sekadar hobi, sama seperti banyak penyelam lokal lainnya yang didorong oleh pemerintah untuk menyingkirkan ikan lepu. Mereka hanya boleh diburu menggunakan tombak, jadi para penyelam harus menyisir terumbu karang, berburu ikan lepu satu per satu.

Saat lockdown Covid, ia membeli kapal kecil dan skuter bawah air. Sorensen beserta istrinya yang merupakan instruktur scuba, mendirikan organisasi nirlaba Lionfish Extermination Corp. yang menghimpun donasi, menjual cendera mata, serta menjual ikan lepu ke berbagai restoran untuk mendanai operasi.

Sorensen dan kapten kapal, Alex Borsutzky, mampu membawa sekitar 45 kilogram ikan lepu setiap harinya. Sorensen mulai mengunggah rekaman penyelamannya di media sosial tahun 2018. "Saat itu tidak terlalu populer," akunya.

Namun, setelah teknik pengambilan gambarnya membaik dan mulai menambahkan narasi yang menjelaskan apa yang ia lakukan, ia menemukan audiens di Instagram, lalu bergabung dengan TikTok, Facebook dan YouTube.

Ikan SingaIkan singa atau ikan lepu. Foto: Wikipedia

"Bahkan orang-orang yang mudah geli, yang tidak tega melihat hewan dibasmi dan ditombak, mulai menyukainya karena mereka tahu kami sedang melindungi semua ikan lokal," ujar Sorensen.

Lionfish Extermination Corp. memiliki 2,5 juta pengikut dan terus bertambah. Bersamaan dengan pembasmian tersebut, Sorensen membagikan informasi edukatif atau membersihkan sisa-sisa sampah dari aktivitas penangkapan ikan. Audiens juga suka tayangan keindahan terumbu karang Florida.

Di balik konten viral Sorensen, terdapat hari-hari dengan 16 jam menyelam. Ini adalah pekerjaan berat dan berbahaya. Ikan lepu memiliki 18 duri berlapis racun, yang meskipun kecil kemungkinannya berakibat fatal bagi manusia dewasa, dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa, bahkan kelumpuhan.

Ia telah merasakan efek neurotoksin lebih dari sekali, yang terburuk saat kelingkingnya tertusuk. "Benar-benar seperti di neraka. Rasanya seperti jari Anda dihancurkan dengan palu."

Namun ia terus kembali ke laut setiap harinya. "Karena tidak ada predator lain, kitalah yang harus bertindak," jelasnya.

Menahan Laju Penyebaran

NOAA memprediksi populasi ikan lepu akan terus bertambah tapi bukan berarti situasinya tanpa harapan. Studi lebih dari satu dekade lalu menemukan pemberantasan ikan lepu secara total tidak diperlukan untuk pemulihan spesies asli, melainkan hanya pengurangan kepadatan ikan lepu.

Saat ini tidak ada batasan tangkapan harian, musim berburu berlangsung sepanjang tahun, dan penyelam rekreasi tidak memerlukan lisensi. Penyelam komersial memang memerlukan lisensi, dan negara bagian mendukung bisnis perikanan yang memasok ikan lepu ke restoran-restoran, diolah menjadi hidangan mulai sushi hingga taco.

Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC) memperkirakan lebih dari 1 juta ikan lepu ditangkap sejak 2010 oleh gabungan amatir dan profesional.

Sorensen memperingatkan calon pemburu. "Jangan pernah mencobanya kecuali memiliki peralatan yang tepat. Jika Anda menombak satu dan tak punya cara melepaskannya dari tombak, jangan memburu. Jika tidak memiliki wadah untuk menempatkan mereka, jangan tangkap. Ini bukan main-main. Ikan ini sangat berbahaya," cetusnya.

Spesies ini terlalu tangguh sehingga diperkirakan sulit diberantas. Ikan dewasa dapat hidup hingga kedalaman 304,8 meter, jauh melampaui jangkauan penyelam. Kantung telurnya dapat hanyut sangat jauh, menyebarkan populasi dengan cepat.

"Anda tidak akan pernah bisa membasmi mereka, tetapi jika ribuan orang yang melakukan hal ini tidak melakukannya sejak tahun 80-an, mungkin saat ini tidak ada yang tersisa selain ikan lepu," pungkas Sorensen.



(fyk/fyk)




Hide Ads