Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Makhluk Purba Ini Bisa Hidup Hingga 400 Tahun, Masih Ada Sampai Sekarang

Makhluk Purba Ini Bisa Hidup Hingga 400 Tahun, Masih Ada Sampai Sekarang


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ikan sturgeon danau (lake sturgeon).
Ikan sturgeon danau (lake sturgeon). Foto: Michigan State University
Jakarta -

Ada ikan di Amerika Utara yang bisa tumbuh seberat dan setinggi manusia. Ikan ini bahkan bisa hidup hingga ratusan tahun lamanya.

"Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa Ikan sturgeon danau (lake sturgeon) termasuk ikan air tawar dengan masa hidup terpanjang di Amerika Utara," ujar Scott Colborne, asisten profesor di Departemen Perikanan dan Satwa Liar Michigan State University, dalam sebuah rilis yang dikirimkan melalui email kepada IFLScience.

"Namun, studi baru ini mengindikasikan bahwa mereka mungkin hidup jauh lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya. Ikan-ikan ini merupakan penghubung hidup dengan sejarah," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Estimasi usia 150 tahun tersebut didasarkan pada sebuah studi tahun 1963. Akan tetapi, ada pihak yang mempertanyakan apakah angka itu merupakan angka umum bagi ikan sturgeon danau atau justru mewakili batas ekstrem dari rentang usia spesies itu. Oleh karenanya, secara umum diasumsikan bahwa sebagian besar ikan sturgeon tidak pernah mencapai usia setua itu.

Perkiraan tersebut diperoleh melalui metode penentuan usia berdasarkan penampang melintang duri sirip. Metode ini melibatkan pembacaan lapisan tulang pada duri terdepan sirip dada ikan. Meskipun merupakan metode langsung, hasilnya tidak selalu akurat karena proses resorpsi dapat menyebabkan hilangnya cincin pertumbuhan pada tulang.

Sebuah studi baru berupaya memperoleh wawasan yang lebih dinamis dengan menggunakan data peningkatan laju pertumbuhan yang diperoleh melalui metode capture-mark-recapture (tangkap-tandai-tangkap kembali). Pada dasarnya, proses ini melibatkan penangkapan ikan, pengukuran, lalu penangkapan kembali ikan tersebut. Dilakukan berulang kali.

Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam model yang mampu memprediksi laju pertumbuhan serta bagaimana laju itu melambat seiring waktu. Pada akhirnya, ini memberikan estimasi harapan hidup ikan sturgeon dari lima populasi di wilayah Great Lakes.

Melansir IFLScience, Minggu (30/8/2026), proses ini membutuhkan kerja lapangan selama beberapa dekade. Kendati demikian, temuan yang dihasilkan sungguh mencengangkan.

Model menunjukkan estimasi usia antara 90 hingga 279 tahun untuk ikan sturgeon danau jantan berukuran 160 cm. Sementara itu, estimasi usia untuk ikan betina berukuran 180 cm berkisar antara 99 hingga 427 tahun.

Angka-angka ini menempatkan ikan sturgeon sebagai pesaing hiu Greenland dalam hal spesies ikan dengan umur terpanjang yang pernah diketahui oleh sains. Untuk saat ini, hiu Greenland masih memegang rekor tersebut karena para peneliti telah menentukan usia berdasarkan penanggalan jaringan tubuh asli ikan itu, sedangkan angka untuk sturgeon hanyalah sebatas estimasi.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah ada populasi sturgeon yang dapat menandingi atau melampaui masa hidup hiu Greenland (yang diperkirakan mencapai sekitar 400 tahun), tapi ada hal luar biasa lainnya terkait temuan mengenai ikan sturgeon ini.

Momen yang benar-benar membuat Colborne merinding terjadi saat ia berbincang dengan seorang anggota komunitas adat yang terlibat dalam pengumpulan data jangka panjang tersebut. Orang tersebut mengungkapkan bahwa pengetahuan masyarakat adat sejak lama meyakini bahwa ikan sturgeon danau dapat hidup hingga sekitar 400 tahun.

"Kami menggunakan pendekatan analisis modern, dan hasilnya mengarah pada sesuatu yang telah lama dipahami oleh masyarakat adat-bahwa ikan-ikan ini memiliki umur yang sangat panjang," kata Colborne.

Colborne juga mencatat bahwa penelitian ini tidak mungkin terlaksana tanpa adanya kerja sama antara peneliti universitas, komunitas masyarakat adat, dan mitra pemerintah negara bagian.

"Hal ini benar-benar menyoroti pentingnya upaya konservasi dan pemantauan jangka panjan. Tanpa adanya pihak yang mengumpulkan data ini selama berpuluh-puluh tahun, kami tidak akan bisa menjawab pertanyaan semacam ini," tutupnya. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Fish Biology.



(ask/ask)




Hide Ads