Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Elon Musk Ancang-ancang Pensiunkan Roket Legendaris Falcon 9

Elon Musk Ancang-ancang Pensiunkan Roket Legendaris Falcon 9


Fino Yurio Kristo - detikInet

Photographers watch a SpaceX Falcon 9 rocket lift off from the Cape Canaveral Space Force Station with a payload of 29 Starlink satellites in Cape Canaveral, Florida, U.S., March 30, 2026. It was the boosters record-breaking 34th flight. REUTERS/Steve Nesius
Roket Falcon 9. Foto: REUTERS/Steve Nesius
Jakarta -

SpaceX berencana untuk memensiunkan roket andalannya, Falcon 9, begitu roket generasi berikutnya yang berukuran raksasa, Starship, mulai melakukan penerbangan operasional rutin.

SpaceX meluncurkan Falcon 9 pertama kali tahun 2010 dan segera mengukir tempatnya dalam sejarah penerbangan luar angkasa. Falcon 9 lepas landas hampir 700 kali hingga saat ini dan merupakan roket orbital pertama yang pernah mendarat dan menerbangkan kembali pendorong (booster) tahap pertamanya.

Roket Soyuz milik Rusia, yang telah beroperasi sejak 1957, adalah satu-satunya kendaraan peluncur dengan jumlah misi lebih banyak, tapi Falcon 9 diperkirakan melampauinya tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut CEO SpaceX Elon Musk, mempensiunkan bertahap Falcon, baik Falcon 9 maupun Falcon Heavy, varian 3 pendorong yang telah terbang 12 kali, tak dapat dihindari.

"Begitu Starship terbang dengan andal beberapa kali seminggu, masuk akal untuk mengalihkan sumber daya produksi ke Starship guna mendapatkan tingkat peluncuran hingga beberapa kali sehari," tulisnya.

ADVERTISEMENT

Laporan industri menunjukkan SpaceX mungkin akan menghentikan seluruh misi Falcon 9 kecuali untuk beberapa penerbangan mulai 2028. Misi tersisa kemungkinan termasuk penerbangan berawak dan misi pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang diperkirakan akan terus beroperasi setidaknya hingga tahun 2030.

Kapan tepatnya SpaceX mulai memensiunkan Falcon 9 bergantung pada pengembangan Starship. Beda dengan pendahulunya, Starship dibangun untuk sepenuhnya dapat digunakan kembali. Pendorong Super Heavy dan tahap atas dirancang kembali ke Bumi guna penerbangan ulang. (Tahap atas Falcon 9 dan Falcon Heavy bersifat sekali pakai)

Dikutip detikINET dari Space.com, Starship juga lebih besar daripada Falcon 9. Starship Versi 3 (V3) saat ini tingginya 124,4 meter, menjulang melampaui Falcon 9 yang setinggi 70 m dan mampu meluncurkan muatan jauh lebih berat.

Starship diperkirakan mampu mengirim lebih dari 100 ton ke orbit rendah Bumi (LEO). Sebagai perbandingan, Falcon 9 dan Falcon Heavy masing-masing dapat mengangkut sekitar 25 ton dan 63 ton ke LEO.

Mayoritas misi Falcon 9 selama beberapa tahun terakhir didedikasikan untuk satelit Starlink, dengan lebih dari 300 peluncuran sejak 2023. Namun, generasi satelit Starlink berikutnya yang lebih kuat dan lebih besar dirancang untuk Starship, bukan di Falcon 9.

Dan begitu Starship meluncur secara andal (dan bahkan sebelum itu), SpaceX berencana mulai meningkatkan jaringan Starlink-nya dengan versi satelit yang lebih baru.

Hal itu kemungkinan akan memicu peningkatan eksponensial peluncuran Starship. Hal ini juga terjadi pada Falcon 9. SpaceX meluncurkan roket tersebut hanya 11 kali di 2019 kala mereka mulai merakit konstelasi Starlink. Di 2025, Falcon 9 terbang dalam 165 misi dan 122 di antaranya adalah penerbangan Starlink.

NASA juga telah mengontrak SpaceX untuk merancang versi Starship agar dapat digunakan sebagai kendaraan pendarat Bulan untuk misi Artemis. Starship juga dijadwalkan mengirim astronot ke permukaan bulan pada misi Artemis IV di tahun 2028.

Rencana SpaceX memensiunkan Falcon 9 jelas bergantung pada keberhasilan Starship yang telah melakukan 13 penerbangan uji suborbital hingga saat ini. Satu lagi bersiap lepas landas bulan depan dan mungkin akan menjadi upaya pertama roket tersebut untuk sepenuhnya mencapai orbit.



(fyk/fyk)
TAGS




Hide Ads