Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom

Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom


Virgina Maulita Putri - detikInet

Habitat bawah laut β€˜Vanguard’ buatan startup DEEP
Foto: DEEP
Jakarta -

Ingin tinggal di bawah laut seperti karakter Sandy Cheeks di serial Spongebob SquarePants? Mimpi kalian sepertinya tidak lama lagi akan bisa terwujud.

DEEP, sebuah startup yang bermarkas di Inggris, belum lama ini mengungkap proyek terbarunya berupa habitat bawah air untuk manusia yang dinamai 'Vanguard'.

Proyek ini mulai beroperasi di kedalaman sekitar 17 meter di lepas pantai Florida, Amerika Serikat. Jangan harapkan fasilitas super mewah seperti hotel bintang lima, karena habitat yang berbentuk seperti tabung ini hanya berukuran 10 x 2 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vanguard pada dasarnya adalah mobil karavan yang dimodifikasi. Habitat ini terdiri dari beberapa modul utama: ruang tamu dengan empat tidur susun, sofa, dan dapur; ruang kombinasi kamar mandi dan laboratorium; kolam renang dan ruang selam; dan pelampung pendukung yang menyediakan oksigen, listrik, dan komunikasi dengan dunia luar.

Berbeda dengan habitat bawah air lainnya yang harus diangkat dan diturunkan setiap pergantian awak, Vanguard ditambatkan di dasar laut yang menunjukkan bahwa DEEP berencana untuk mengoperasikannya dalam jangka waktu cukup panjang.

ADVERTISEMENT

Habitat bawah laut sebenarnya bukanlah hal baru. Jauh sebelum Vanguard, ada Aquarius Reef Base, laboratorium riset bawah laut yang didirikan pada tahun 1986 yang saat ini masih dioperasikan oleh Florida International University.

"Sudah lebih dari 40 tahun sejak kita memiliki habitat bawah laut yang dibangun dan diluncurkan untuk manusia," kata Director of Scientific Research DEEP Dawn Kernagis kepada NPR, seperti dikutip dari Futurism, Senin (10/8/2026).

"Kami benar-benar membangun ini di atas pundak para raksasa yang telah melakukan penelitian ini," sambungnya.

DEEP berharap habitat ini dapat menjadi pusat penelitian bawah laut, dan mereka menawarkan hibah hingga USD 50.000 (Rp 890 jutaan) bagi peneliti untuk mendukung eksperimennya. Saat ini mereka mencari peneliti yang bekerja di bidang restorasi terumbu karang dan kolaborasi manusia-mesin.

Menurut website DEEP, tim peneliti yang beranggotakan maksimal dua orang dapat mendaftarkan proposal kepada perusahaan. Tim peneliti yang terpilih akan mendapatkan kesempatan tinggal di bawah laut selama lima hari, setelah mengikuti pelatihan wajib selama dua minggu.



(vmp/fay)




Hide Ads