Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk waspada terhadap ubur-ubur botol biru atau blue bottle jellyfish. Ubur-ubur jenis ini beracun dan mampu menyebabkan gatal-gatal apabila disengat olehnya.
Menurut BPBD Kota Denpasar, ubur-ubur tersebut dapat biasa muncul dalam rentang Juli hingga September, disebabkan oleh angin kencang yang menyeretnya ke pesisir pantai. Jika menemukan ubur-ubur ini, diimbau untuk tidak berenang atau berendam di sekitar lokasi.
Pada Selasa (28/7/2026), sejumlah ubur-ubur terlihat di pinggir Pantai Segara Ayu, Sanur.
"Masih, tadi kami temukan jam 6 pagi. Tapi tidak banyak," ujar Koordinator Balawista Kota Denpasar, I Wayan Dayung, didampingi rekannya, Made Rai saat ditemui detikBali.
Apa Itu Blue Bottle Jellyfish
Ubur-ubur botol biru memiliki nama latin Physalia physalis. Dia mendapatkan nama 'botol biru' dari warna kebiruan yang ada di badannya yang silindris.
Tubuh utamanya kenyal dan lembut, dan terdapat pelampung yang menonjol keluar seperti kipas yang berisi udara. Dia memiliki garis merah muda panjang yang melintang di tengahnya. Di bawah bagian utama tubuh, tentakel panjang menjulur keluar dan mengikuti di belakangnya saat mengapung.
Kantung udara ini menjaga mereka tetap di permukaan air, dan dalam beberapa kasus pelampung berbentuk kipas mereka akan menonjol keluar saat mereka naik turun mengikuti gelombang. Dikarenakan kantung udaranya terletak di sisi tubuh, bagian utama tubuh mengapung dengan sudut tertentu terhadap permukaan.
Simak Video "Kamera HP, Tapi Hasilnya Nggak Kaleng-Kaleng"
(ask/fay)