Seorang bocah pecinta dinosaurus asal Amerika Serikat (AS) berhasil mencetak rekor dunia di usia yang bahkan belum genap 10 tahun. Anderson Taylor resmi diakui Guinness World Records sebagai kurator museum laki-laki termuda di dunia setelah mendirikan dan mengelola museum sejarah alam miliknya sendiri.
Saat museum tersebut dibuka pada 10 Agustus 2024, Anderson baru berusia 9 tahun. Bocah yang berasal dari Cambridge, Illinois, AS, itu menjadi satu-satunya pemilik sekaligus kurator Cambridge Natural History Museum, sebuah museum yang menampilkan beragam koleksi fosil, mineral, artefak, spesimen alam, hingga materi edukasi.
Ketertarikan Anderson pada dunia dinosaurus ternyata sudah tumbuh sejak kecil. Inspirasi untuk mendirikan museum datang setelah ia mengunjungi sebuah museum dinosaurus di Skotlandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika saya pergi ke Skotlandia, saya mengunjungi Staffin Dinosaur Museum. Dari sanalah saya terinspirasi untuk membuat museum ini," ujar Anderson kepada Guinness World Records seperti dikutip dari EuroNews, Jumat (24/7/2026).
Ia mengatakan kecintaannya terhadap dinosaurus dan fosil sudah ada sejak lama. "Saya sudah menyukai dinosaurus dan fosil sepanjang hidup saya."
Perjalanan membangun museum tidak berlangsung instan. Anderson mengawali idenya dengan mengadakan berbagai presentasi dan diskusi di kantor desa tempat tinggalnya. Setelah itu, ia menemukan sebuah bangunan yang kemudian disulap menjadi museum.
"Saya menemukan gedungnya terlebih dahulu, setelah berkali-kali memberikan presentasi di kantor desa. Tempat itu dulunya adalah kantor pemadam kebakaran, balai desa, dan sekarang menjadi museum," katanya.
Dukungan masyarakat pun mulai berdatangan. Warga menyumbangkan berbagai benda koleksi, lemari pajangan, hingga bantuan dana. "Setelah itu, orang-orang mulai memberikan barang untuk dipamerkan, lemari pajangan, lalu sekitar sebulan kemudian kami mulai mendapatkan pendanaan," lanjutnya.
Kini Anderson telah berusia 11 tahun. Meski sudah mengantongi rekor dunia, perjuangannya belum selesai. Ia tengah memimpin kampanye penggalangan dana untuk membeli bangunan yang saat ini digunakan sebagai museum. Hingga kini, dana yang berhasil terkumpul telah mencapai USD 20.000 atau sekitar Rp 358 juta.
Anderson juga memiliki cita-cita besar. Kelak, ia ingin menjadi seorang paleontolog, ilmuwan yang mempelajari fosil dan kehidupan purba. Untuk sementara, ia sudah lebih dulu mengukir prestasi sebagai pemecah rekor dunia Guinness berkat kecintaannya pada dinosaurus dan fosil.