×
Ad

El Nino 2026 Menguat, Indonesia Berpotensi Hadapi Kekeringan dan Krisis Air

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 08 Jun 2026 07:45 WIB
Ilustrasi El Nino dan Musim Kemarau. Foto: jcomp/Freepik
Jakarta -

Ancaman El Niño mulai membayangi Indonesia. Sejumlah indikator oseanografi dan atmosfer menunjukkan sinyal mengkhawatirkan: fenomena iklim ekstrem itu berpotensi berkembang menjadi kategori kuat hingga sangat kuat pada paruh kedua hingga akhir 2026.

Peringatan ini disampaikan Profesor University of Maryland, R. Dwi Susanto, dalam forum ilmiah Deep-Sea Science Forum: Toward Deep Sea Mission 2045, Minggu (7/6/2026).

"Berbagai data observasi dan model iklim menunjukkan perubahan kondisi laut di Samudra Pasifik yang mengarah pada pembentukan El Niño. Salah satu indikator utama adalah meningkatnya cadangan panas di bawah permukaan laut Pasifik yang berpotensi mendorong perpindahan massa air hangat ke arah timur," ungkap Dwi, seperti dikutip dari laman BRIN.

Ia menjelaskan bahwa gelombang Kelvin - riak raksasa bawah laut yang bergerak di sepanjang ekuator Pasifik - kini mulai mendorong massa air hangat dari Pasifik barat menuju Pasifik timur. Pergerakan inilah yang menjadi salah satu tanda klasik El Niño sedang terbentuk.

Perubahan tersebut bisa dipantau melalui suhu bawah permukaan laut, tinggi muka laut, hingga pola angin di kawasan tropis Pasifik. Model prediksi iklim internasional pun menunjukkan kecenderungan serupa.

Indonesia di Jantung Sistem Iklim Global

Dwi menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar korban El Niño - melainkan juga kunci untuk memahaminya. Indonesia berada di kawasan western Pacific warm pool, wilayah dengan suhu permukaan laut tropis terpanas di dunia. Selain itu, Indonesia dilintasi Indonesian Throughflow (Arlindo), jalur arus laut yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.


Artinya, perubahan kondisi laut di perairan Indonesia menjadi indikator penting dalam sistem iklim global. Pemantauan suhu laut, dinamika Arlindo, hingga pergeseran pusat konveksi atmosfer di kawasan maritim Indonesia dinilai krusial untuk deteksi dini.



Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"


(agt/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork