×
Ad

Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Bahaya Nggak Nih?

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 14 Mei 2026 19:00 WIB
Ilmuwan Temukan Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Ini Dampak Besarnya. Foto: NASA
Jakarta -

Bulan ternyata terus bergerak menjauh dari Bumi. Fenomena yang telah berlangsung selama miliaran tahun ini kini mulai menunjukkan dampak nyata bagi manusia, termasuk kemungkinan hilangnya gerhana Matahari Total di masa depan.

Menurut hasil pengukuran ilmiah, Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan rata-rata sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Angka tersebut memang terdengar kecil, bahkan setara dengan pertumbuhan kuku manusia. Namun dalam skala jutaan hingga miliaran tahun, perubahan ini membawa konsekuensi besar terhadap sistem Bumi-Bulan.

Fenomena tersebut dikonfirmasi melalui eksperimen ilmiah bernama Lunar Laser Ranging Experiment (LLRE). Dalam eksperimen ini, ilmuwan menembakkan sinar laser dari observatorium di Bumi menuju reflektor khusus yang ditinggalkan astronot misi Apollo di permukaan Bulan pada akhir 1960-an dan 1970-an.

Dengan menghitung waktu pantulan laser yang memakan waktu sekitar 2,5 detik pulang-pergi, ilmuwan mampu mengukur jarak Bumi dan Bulan dengan tingkat akurasi hingga milimeter. Pengamatan yang dilakukan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa jarak keduanya memang terus bertambah.

Gerhana Matahari Total Bisa Hilang

Salah satu dampak terbesar dari menjauhnya Bulan adalah perubahan pada fenomena gerhana Matahari Total. Saat ini, Bulan dan Matahari terlihat hampir sama besar dari Bumi karena kombinasi jarak dan ukuran yang sangat pas.

Matahari memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar dibanding Bulan, tetapi jaraknya juga sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi. Kebetulan kosmik ini memungkinkan Bulan menutupi Matahari secara sempurna saat gerhana Total terjadi.

Namun seiring Bulan terus menjauh, ukurannya di langit akan tampak semakin kecil. Akibatnya, Bulan nantinya tak lagi mampu menutupi seluruh permukaan Matahari.

Ilmuwan NASA Richard Vondrak pernah menjelaskan bahwa gerhana Matahari Total suatu saat akan berakhir.

"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," ujar Vondrak pada 2017 dikutip dari iflscience.

Setelah periode tersebut, yang tersisa hanyalah gerhana Matahari cincin atau annular eclipse. Dalam fenomena itu, Bulan tampak terlalu kecil untuk menutupi Matahari sepenuhnya sehingga menyisakan lingkaran cahaya terang di sekelilingnya.

s Horn karena menyerupai tanduk setan" title="Gerhana Matahari sebagian yang disebut Devil's Horn karena menyerupai tanduk setan" class="p_img_zoomin" />Gerhana Foto: via Science Alert



Simak Video "Video Top 5: Ronaldo Nikah hingga Gerhana Matahari Total"


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork