Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Inovasi Baru Mesir, Berhasil Budidaya Gandum Pakai Air Asin

Inovasi Baru Mesir, Berhasil Budidaya Gandum Pakai Air Asin


Panji Saputro - detikInet

Untuk pertama kalinya, Mesir berhasil budidaya gandum menggunakan air dengan salinitas yang tinggi. Pencapaian ini dilaporkan oleh Perusahaan Pengembangan Pedesaan Mesir Baru, sebagai bagian dari pelaksanaan dan pengelolaan proyek pembangunan nasional seluas 1,5 juta feddan atau sekitar 630 ribu hektar.
Mesir berhasil budidaya gandum pakai air asin. Foto: Facebook Dewan Menteri Mesir
Jakarta -

Untuk pertama kalinya, Mesir berhasil budidaya gandum menggunakan air dengan salinitas yang tinggi. Pencapaian ini dilaporkan oleh Perusahaan Pengembangan Pedesaan Mesir Baru, sebagai bagian dari pelaksanaan dan pengelolaan proyek pembangunan nasional seluas 1,5 juta feddan atau sekitar 630 ribu hektar.

Percobaan tersebut dilakukan bersama Pusat Penelitian Gurun (DRC) dari Kementerian Pertanian dan Reklamasi Lahan di daerah El-Moghra, yang menggunakan teknik pertanian modern. Eksperimen ini melibatkan penanaman tiga varietas gandum tahan garam. Air yang digunakan untuk irigasi memiliki tingkat salinitas sekitar 8.000 ppm.

Hasil penelitiannya menunjukkan persentase benih tumbuh cukup tinggi, lalu ketahanan terhadap garam meningkat, dan potensi hasil panen menjadi lebih banyak. Biji-bijian yang dipanen pun juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Perusahaan Pengembangan Pedesaan Mesir Baru memperkirakan hasil panen akan meningkat lagi bila penerapannya lebih luas, disertai teknik pertanian modern yang telah disempurnakan. Dari hasil penelitian ini turut menyoroti potensi perluasan pertanian ke wilayah yang lebih menantang seperti tanah tandus, berbatu, hingga akses airnya terbatas.

Ketua dan Direktur Pelaksana, Amr Abdel Wahab, mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah penting menghubungkan penelitian ilmiah dengan praktiknya dalam pengembangan pertanian. Dirinya menyatakan hal itu dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

"Keberhasilan percobaan budidaya gandum tahan garam di wilayah Al-Mughra merupakan pencapaian ilmiah dan terapan yang penting, dan secara jelas mencerminkan arah strategis perusahaan untuk memaksimalkan peran penelitian ilmiah sebagai pilar fundamental dalam pembangunan pertanian," ujarnya, dilansir egyptian-gazette, Jumat (1/5/2026).

Wahab juga menegaskan komitmen perusahaan ke depannya untuk mengadopsi sistem pertanian yang canggih, memperkuat kerja sama dengan lembaga penelitian, dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Semua itu dilakukan agar tercapainya produktivitas tinggi dengan kualitas yang dihasilkan sesuai standar internasional.

Ia menambahkan bahwa proyek seluas 1,5 juta feddan tersebut terus menunjukkan kemajuan nyata, yang mencerminkan visi Mesir yang lebih luas untuk pembangunan berkelanjutan.




(hps/hps)





Hide Ads