×
Ad

Negeri yang Tidak Diklaim Siapapun: Bir Tawil

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 19 Apr 2026 17:16 WIB
Citra satelit Bir Tawil. Foto: NASA/Landsat 8/OLI via Wikimedia Commons
Jakarta -

Kalau kamu mencari Bir Tawil di Google Maps, tidak ada yang spesial dari wilayah ini. Daerahnya kecil, tidak beraturan, hanya setengah ukuran Rhode Island, tidak dapat dibedakan dari pasir dan bebatuan dari dua gurun yang mengapitnya. Meskipun ada di perbatasan antara Mesir dan Sudan, Bir Tawil bukan milik keduanya.

"Sejauh ini, Bir Tawil bisa dikatakan kosong," kata jurnalis Jonn Elledge dalam bukunya tahun 2024, A History of the World in 47 Borders.

Sulit untuk mengaksesnya karena Bir Tawil jauh dari pusat transportasi atau jalan raya. Kalau pun bisa ke sana, tempat itu bergunung-gunung, berbatu, dan panas. Tidak ada jalan atau rambu penunjuk arah.

Konon, tidak ada pemerintahan baik dari Mesir atau Sudan, jadi tidak ada hukum. Paling aneh, disebut di sana tidak ada toko, hotel, sinyal telepon, dan tidak ada penduduk sama sekali.

Akan tetapi, kesaksian Dean Karalekas, seorang peneliti rekanan di Pusat Studi Austronesia Universitas Lancashire, yang mengunjungi Bir Tawil pada tahun 2020, malah berbeda. Sebuah kelompok masyarakat bernama Ababda telah mendiami daerah itu setidaknya sejak zaman Kekaisaran Romawi.

"Bahwa masyarakat ini telah mendiami daerah tersebut selama ribuan tahun tidak diragukan lagi," akunya.

Masyarakat nomaden asli ini bukanlah satu-satunya populasi di sana. Menurut Karalekas dalam memoarnya tahun 2020 tentang perjalanan ke Bir Tawil, 'The Men in No Man's Land', dia terkejut ketika menyadari betapa majunya daerah tersebut.

"Kami terkejut dengan betapa majunya daerah itu, dengan perkemahan permanen dan iring-iringan truk yang penuh dengan pekerja," tulisnya.

Sekarang pun, di Bir Tawil sudah ada penambang independen yang bekerja dengan detektor logam portabel kecil, hingga operasi penggalian tingkat industri yang canggih, dengan ekskavator, bor, trammel, dan pemisah.

Untuk melayani para penambang, terdapat beberapa toko dan restoran kecil, semuanya terletak berdekatan di pemukiman yang berfungsi penuh dengan jalan utama yang ramai.



Simak Video "Video Menkomdigi Puji detikcom Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026"


(ask/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork