Astronaut Christina Koch menjadi wanita pertama yang terbang mengelilingi Bulan. Pencapaian ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi sebuah perayaan besar bagi seluruh perempuan secara global.
Kementerian Kesetaraan Gender, Anak dan Perlindungan Sosial Ghana misalnya, memberikan apresiasi kepada Koch dan perempuan-perempuan di seluruh dunia yang terus mendobrak batasan, menggambarkan pencapaian mereka sebagai inspirasi yang kuat bagi para gadis muda.
Koch memiliki hubungan istimewa dengan Ghana karena pernah menimba ilmu bidang astrofisika saat menjadi mahasiswa program pertukaran pelajar di Universitas Ghana (Legon) pada 1999/2000. Pengalaman tersebut ia sebut mengubah hidupnya. Koch menggambarkan waktunya di Ghana sebagai bagian dari pembentukan 'kewarganegaraan global' dirinya. Sebagai bentuk penghormatan, Koch membawa bendera Ghana dalam misi Artemis II. Maka tak heran jika Ghana turut merayakannya sebagai pahlawan ruang angkasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari JoyOnline, dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesetaraan Gender, Anak dan Perlindungan Sosial Ghana mencatat bahwa prestasi Koch menjadi pengingat bahwa ketika anak perempuan diberi kesempatan yang tepat untuk belajar dan berkembang, tidak ada batasan untuk apa yang dapat mereka capai.
Astronaut NASA Christina Koch mengibarkan bendera Ghana dalam misi Artemis II. Foto: Christina Koch |
Hal itu menekankan pentingnya berinvestasi dalam pendidikan dan pemberdayaan anak perempuan sebagai jalan menuju pembangunan nasional. Kementerian tersebut juga memuji Presiden Ghana John Dramani Mahama atas pengakuannya terhadap pencapaian tersebut.
Pengakuannya mencerminkan komitmen yang kuat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan mendukung pemberdayaan perempuan di Ghana. Lebih lanjut, pernyataan itu menggambarkan tindakan tersebut sebagai demonstrasi patriotisme dan kepemimpinan.
"Merayakan pencapaian penting seperti ini sangat penting untuk mendorong lebih banyak anak perempuan mengejar ambisi mereka dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Kesetaraan Gender, Anak dan Perlindungan Sosial Ghana.
Pernyataan itu menekankan bahwa panutan seperti Koch membantu menantang stereotip dan membuka pintu bagi generasi pemimpin perempuan berikutnya. Berkaitan dengan momen ini, Pemerintah Ghana berjanji untuk terus menerapkan kebijakan dan program yang akan memungkinkan anak perempuan berkembang dan mencapai potensi penuh mereka.
(rns/rns)
