Ketika kapsul Orion milik NASA menyentuh Samudra Pasifik pada Jumat (10/4/2026) pukul 19.07 waktu setempat atau 07.07 WIB Sabtu (11/4/2026), empat astronaut Artemis II resmi menuntaskan perjalanan sejauh 1,12 juta km. Ini perjalanan manusia terjauh ke bulan dalam lebih dari 53 tahun.
Tapi di balik momen splashdown yang mengharukan itu, ada serangkaian teknologi canggih yang benar-benar diuji untuk pertama kalinya dengan nyawa manusia di dalamnya.
Dalam konferensi pers pasca-splashdown yang digelar di Johnson Space Center, Houston, para petinggi NASA membeberkan detail teknis yang selama ini hanya diketahui kalangan dalam. Berikut empat teknologi paling "gila" yang membuat Artemis II berhasil.
Streaming Video 4K dari Orbit Bulan Lewat Laser
Bayangkan menonton video 4K yang direkam 406.000 km dari Bumi-dan bisa diunduh hampir real-time. Itulah yang berhasil dilakukan NASA dalam Artemis II menggunakan sistem Optical Communications atau laser communications.
Sistem ini menggantikan gelombang radio konvensional dengan pancaran laser inframerah yang jauh lebih padat kapasitasnya. Hasilnya: bandwidth pengiriman data melonjak drastis, cukup untuk mentransmisikan video resolusi tinggi langsung dari kapsul Orion saat mengorbit bulan.
Dr. Lori Glaze, Kepala Program Artemis NASA, menyebutnya sebagai "demonstrasi yang luar biasa" dan mengisyaratkan bahwa teknologi ini akan terus dikembangkan untuk misi-misi berikutnya-bahkan hingga misi ke Mars.
Menariknya, NASA mengungkap bahwa tautan optik ke jarak sejauh Mars sebenarnya sudah pernah diuji sebelumnya. Artinya, fondasi untuk komunikasi laser antar planet sudah mulai diletakkan jauh sebelum Artemis II terbang.
Simak Video "Video: NASA dan Angkatan Laut AS Siap Jemput Astronaut Artemis II Usai Pendaratan"
(afr/afr)