×
Ad

DNA Wortel di Kain Kafan Turin, Relik Yesus Ternyata Palsu?

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 06 Apr 2026 07:45 WIB
DNA Wortel di Kain Kafan Turin, Relik Yesus Ternyata Palsu? Foto: Live Science
Jakarta -

Kain Kafan Turin yang selama ini diyakini sebagian orang sebagai kain pembungkus jenazah Yesus Kristus kembali menjadi sorotan. Studi terbaru mengungkap temuan tak terduga: adanya DNA dari berbagai spesies, termasuk wortel, yang justru memperkuat dugaan bahwa relik tersebut bukan berasal dari era Yesus.

Dilansir dari Live Science, penelitian ini menggunakan pendekatan DNA metagenomik untuk menganalisis sampel kain yang telah diteliti sejak puluhan tahun lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa kain tersebut mengandung campuran DNA manusia, hewan, hingga tanaman dalam jumlah yang sangat beragam.

Salah satu temuan paling mencolok adalah dominasi DNA tanaman, terutama wortel, yang mencapai sekitar 31%. Selain itu, peneliti juga menemukan jejak DNA dari gandum, jagung, kentang, tomat, hingga kacang tanah. Menariknya, beberapa tanaman tersebut baru dikenal di Eropa setelah abad ke-16, jauh setelah masa kehidupan Yesus.

Tak hanya itu, DNA hewan seperti kucing dan anjing juga ditemukan dalam jumlah besar, disusul oleh jejak dari sapi, kambing, babi, hingga kuda. Bahkan, terdapat pula DNA dari ikan serta organisme kecil seperti tungau dan kutu. Keberagaman ini menunjukkan bahwa kain tersebut telah mengalami kontaminasi lingkungan yang sangat luas selama berabad-abad.

Peneliti menyimpulkan bahwa kontaminasi ini kemungkinan besar terjadi akibat seringnya kain tersebut dipindahkan, disentuh, dan dipamerkan ke publik sejak pertama kali tercatat pada abad ke-14 di Prancis. Aktivitas manusia, debu, serta interaksi dengan berbagai benda lain diyakini menjadi sumber utama masuknya DNA dari berbagai spesies tersebut.

Temuan ini sejalan dengan hasil analisis karbon-14 yang dilakukan pada 1989, yang menyebutkan bahwa kain tersebut berasal dari periode 1260 hingga 1390 Masehi-atau abad pertengahan. Artinya, kain tersebut dibuat lebih dari seribu tahun setelah era Yesus.

Penelitian lain juga mengindikasikan bahwa gambar sosok manusia pada kain kemungkinan dibuat menggunakan teknik tertentu, seperti menempelkan kain pada patung relief rendah. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Kain Kafan Turin adalah hasil rekayasa manusia, bukan relik autentik dari peristiwa penyaliban.

Meski demikian, perdebatan soal keaslian Kain Kafan Turin belum sepenuhnya berakhir. Sebagian pihak masih meyakini bahwa kontaminasi DNA yang ditemukan bisa berasal dari paparan lingkungan selama berabad-abad, bukan bukti langsung bahwa kain tersebut palsu.

Namun secara keseluruhan, bukti ilmiah yang ada saat ini-mulai dari analisis karbon hingga studi DNA terbaru-cenderung mengarah pada satu kesimpulan: Kain Kafan Turin kemungkinan besar adalah artefak dari abad pertengahan, bukan peninggalan dari era Yesus Kristus.



Simak Video "Video Top 5: Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun hingga Kelahiran AHY Junior "

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork