Daftar Isi
Pernah bayangkan berhadapan langsung dengan ular raksasa yang ukurannya lebih panjang dari mobil SUV? Aktor Hollywood Will Smith baru saja merasakannya! Bukan cuma sekadar syuting film aksi, momen ini justru berujung pada penemuan sains yang mengguncang dunia biologi.
Momen mendebarkan ini terekam dalam seri dokumenter National Geographic terbaru berjudul Pole to Pole with Will Smith. Penemuan ini membuktikan bahwa hutan Amazon masih menyimpan rahasia "raksasa" yang selama ini tersembunyi dari mata manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan di Sungai Keruh Amazon
Ekspedisi ini sebenarnya terjadi di Wilayah Baihuaeri Waorani, hutan hujan Amazon, Ekuador. Bersama ahli toksikologi Profesor Bryan Fry dari University of Queensland, Will Smith menyusuri sungai menggunakan kano kayu yang tampak kecil dibanding lingkungan sekitarnya.
Suasana mendadak tegang saat tim melihat seekor Anaconda Hijau raksasa sedang bersantai di tepi sungai. Tanpa babibu, pemandu dari masyarakat adat Waorani langsung melompat ke air dan memiting kepala ular tersebut.
"Hati-hati, ada bahaya gigitan!" seru salah satu pemandu dalam video tersebut.
Meski tidak berbisa, Anaconda adalah constrictor alias pelilit ulung. Sekali lilit, tulang mangsanya bisa remuk dalam sekejap. Spesimen betina yang ditemukan Will Smith ini diperkirakan punya panjang antara 4,9 hingga 5,2 meter. Ngeri banget, kan?
Anaconda Raksasa di Amazon Foto: National Geographic |
Plot Twist: Ternyata Ada Dua Spesies Berbeda!
Awalnya, ilmuwan mengira semua Anaconda Hijau itu sama. Namun, hasil tes DNA dari sampel darah dan sisik yang diambil tim Will Smith memberikan kejutan besar. Mengutip Live Science, Anaconda Hijau ternyata terbagi menjadi dua spesies yang berbeda secara genetika:
- Eunectes murinus: Si "pemain lama" alias Anaconda Hijau Selatan.
- Eunectes akayima: Si "pendatang baru" alias Anaconda Hijau Utara.
"Menemukan spesies baru itu sering kali soal keberuntungan di tengah proses ilmiah yang ketat," ujar Profesor Fry.
Yang bikin geleng-geleng kepala, perbedaan DNA kedua ular ini mencapai 5,5%. Sebagai perbandingan, perbedaan genetik antara manusia dan simpanse saja cuma sekitar 2%. Artinya, kedua ular ini sebenarnya sudah "putus hubungan" secara evolusi sejak 10 juta tahun yang lalu!
Ada Ancaman di Balik Kehebatan Sang 'Monster'
Penelitian ini juga menyoroti dimorfisme seksual yang ekstrem. Anaconda betina tumbuh jauh lebih besar dan memangsa hewan herbivora besar seperti rusa. Sebaliknya, anaconda jantan lebih sering memakan ikan predator dan caiman.
Perbedaan pola makan tersebut berdampak serius pada kesehatan ular. Anaconda jantan terbukti mengandung logam berat seperti kadmium dan timbal hingga lebih dari 1.000 persen dibandingkan betina, akibat akumulasi dari ikan predator di sungai Amazon yang tercemar.
Temuan ini bahkan digunakan untuk menyusun panduan kesehatan bagi masyarakat Waorani. Profesor Fry merekomendasikan agar ibu hamil dan anak-anak menghindari konsumsi ikan predator tingkat atas seperti arapaima dan arowana karena tingginya risiko kontaminasi logam berat.
Nonton di Mana?
Penasaran ingin lihat gimana ekspresi Will Smith saat melihat ular raksasa ini dari dekat? Kamu bisa tonton aksi lengkapnya di seri "Pole to Pole with Will Smith" yang sudah tayang di National Geographic, atau bisa langsung streaming di Disney+ dan Hulu.
Penemuan spesies baru anaconda raksasa ini tidak hanya membuka babak baru dalam dunia sains, tetapi juga menjadi pengingat kuat tentang pentingnya menjaga ekosistem Amazon yang semakin terancam.
(afr/afr)


