Fenomena cuaca ekstrem yang jarang terjadi dilaporkan mengancam Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. Tornado yang biasanya terjadi di wilayah tertentu seperti Amerika Serikat, kini berpotensi muncul di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan Newsweek, sistem badai yang tidak biasa sedang terbentuk dan membawa risiko cuaca ekstrem, termasuk kemungkinan munculnya tornado di wilayah Iran dan sekitarnya.
Tornado dikenal sebagai fenomena yang paling sering terjadi di wilayah seperti 'Tornado Alley di Amerika Serikat. Namun dalam kondisi atmosfer tertentu, fenomena ini bisa muncul di wilayah lain, meski sangat jarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu menyebut kondisi atmosfer saat ini menunjukkan kombinasi langka antara kelembapan, angin, dan ketidakstabilan udara yang bisa memicu badai berputar. "Ini adalah pengaturan atmosfer yang hampir tidak pernah terjadi di wilayah ini," tulis laporan tersebut.
Dipicu Sistem Badai Tak Biasa
Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa sistem tekanan rendah dan pertemuan massa udara hangat serta dingin menjadi pemicu utama. Kondisi ini menciptakan badai petir kuat yang berpotensi berkembang menjadi supercell-jenis badai yang dapat menghasilkan tornado.
Selain itu, angin dengan arah dan kecepatan yang berbeda di berbagai lapisan atmosfer (wind shear) juga memperbesar peluang terbentuknya pusaran angin. Yang membuat situasi ini semakin kompleks adalah lokasi kejadian yang berada di zona konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
Perang yang sedang berlangsung di Iran telah merusak infrastruktur penting, termasuk sistem peringatan dini dan layanan darurat. Akibatnya, dampak dari cuaca ekstrem seperti tornado bisa menjadi jauh lebih berbahaya dibandingkan di wilayah yang lebih siap.
Selain tornado, badai ini juga berpotensi membawa hujan deras, angin kencang, dan banjir di wilayah gurun yang biasanya kering. Fenomena ini bahkan disebut bisa menyebabkan curah hujan setara satu tahun hanya dalam beberapa hari di beberapa wilayah Timur Tengah.
Hal ini berisiko memicu banjir bandang, terutama di kota-kota dengan sistem drainase terbatas. Para ilmuwan juga mengaitkan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di wilayah yang tidak biasa dengan perubahan iklim global.
Peningkatan suhu atmosfer membuat udara mampu menampung lebih banyak uap air, yang kemudian memicu badai lebih kuat dan tidak terduga. Meski peluang tornado tetap relatif kecil, kemunculannya di wilayah seperti Iran menjadi tanda bahwa pola cuaca global semakin berubah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bahkan wilayah yang jarang mengalami badai ekstrem kini tidak lagi sepenuhnya aman. Kombinasi antara konflik dan cuaca ekstrem menjadikan situasi di Iran semakin kompleks.
(rns/rns)