Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Arkeolog Amatir Klaim Temukan Kota Misterius dan Piramida Raksasa di Dasar Laut

Arkeolog Amatir Klaim Temukan Kota Misterius dan Piramida Raksasa di Dasar Laut


Rachmatunnisa - detikInet

Penemuan kota hilang di dasar laut
Penemuan kota hilang di dasar laut (NY Post)
Jakarta -

Seorang arkeolog amatir mengklaim menemukan kota kuno berusia sekitar 12.000 tahun yang tenggelam di dasar laut lepas pantai Louisiana, Amerika Serikat. Temuan ini langsung memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.

Sosok di balik klaim tersebut adalah George GelΓ©, seorang arsitek pensiunan yang telah lama meneliti area tersebut menggunakan sonar bawah laut. GelΓ© mengklaim menemukan ratusan struktur yang terkubur di bawah laut di wilayah Chandeleur Sound, sekitar 80 km dari New Orleans.

Struktur tersebut berada sekitar 9 meter di bawah permukaan laut dan tertutup sedimen hingga puluhan meter. Bahkan, ia menyebut ada piramida raksasa setinggi sekitar 85 meter di lokasi tersebut. Ia meyakini struktur ini merupakan bagian dari kota kuno yang hilang sejak akhir Zaman es.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang ada di sana adalah ratusan bangunan yang tertutup pasir dan lumpur," kata GelΓ©, seperti dikutip dari New York Post, seperti dilihat Minggu (29/3/2026).

GelΓ© bahkan menyebut kota tersebut sebagai bagian dari peradaban kuno yang ia beri nama 'Crescentis'. Menurutnya, kota ini tenggelam sekitar 11.700-12.000 tahun lalu akibat naiknya permukaan laut setelah Zaman Es berakhir.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengklaim material batu granit di lokasi tersebut bukan berasal dari Louisiana, sehingga diduga dipindahkan dari tempat lain oleh manusia. "Seseorang mengapungkan miliaran batu melalui Sungai Mississippi dan menyusunnya," yakinnya.

Klaim lain yang cukup kontroversial adalah adanya gangguan elektromagnetik di area tersebut. Seorang nelayan lokal, Ricky Robin, yang pernah mengantar GelΓ© ke lokasi, mengaku peralatan di kapalnya sempat tidak berfungsi saat melintas di atas struktur tersebut.

"Semua alat di kapal mati, seperti berada di Segitiga Bermuda," kata Robin.

Diragukan Ilmuwan

Meski terdengar spektakuler, klaim ini belum mendapat dukungan ilmiah yang kuat. Hingga kini, belum ada publikasi ilmiah yang ditinjau sejawat (peer-reviewed) yang membuktikan keberadaan kota tersebut.

Sejumlah peneliti justru menyebut struktur yang terlihat bisa saja berasal dari aktivitas manusia modern, seperti batu pemberat kapal atau proyek terumbu buatan di masa lalu. Klaim tentang kota bawah laut ini menambah daftar panjang cerita 'kota hilang' yang belum terverifikasi secara ilmiah.

Meski begitu, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan apakah struktur tersebut benar-benar peninggalan peradaban kuno, atau hanya fenomena geologi dan aktivitas manusia biasa.Jika terbukti, temuan ini berpotensi mengubah pemahaman manusia tentang sejarah peradaban awal di Bumi.




(rns/fay)




Hide Ads