Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Mata' dari Angkasa Ditutup, Raksasa Satelit Sensor Perang AS-Iran

'Mata' dari Angkasa Ditutup, Raksasa Satelit Sensor Perang AS-Iran


Fino Yurio Kristo - detikInet

Citra Satelit Dampak Serangan Drone Iran
Citra satelit dampak serangan drone Iran. Foto: X.com
Jakarta -

Perusahaan-perusahaan satelit komersial yang menyediakan data sumber terbuka (open source) yang banyak digunakan berbagai pihak, termasuk jurnalis dan peneliti, membatasi akses citra yang menampilkan Iran dan wilayah Timur Tengah yang lebih luas, termasuk area di mana terdapat situs militer AS yang menjadi target Iran.

Planet Labs, yang rutin menyediakan citra untuk organisasi berita, menyatakan awal bulan ini mereka menunda perilisan semua citra baru tentang Iran, Teluk Persia, pangkalan sekutu AS, dan zona konflik yang ada saat ini selama 14 hari.

Dalam catatan kepada pelanggan, Planet Labs mengatakan ada kekhawatiran yang nyata akan penggunaan data Planet di atas wilayah Iran, serta meluasnya risiko untuk citra-citra terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memutuskan mengambil langkah-langkah proaktif tambahan guna memastikan citra kami tidak dimanfaatkan secara taktis oleh aktor-aktor musuh untuk menargetkan personel sekutu dan mitra NATO serta warga sipil," sebut mereka.

Citra satelit jadi hal vital bagi jurnalis yang meliput konflik, terutama di tengah invasi Rusia ke Ukraina dan perang Israel-Hamas. Gambar-gambar dari luar angkasa memberi bukti bagi investigasi terhadap kehancuran, pergerakan populasi bahkan pembantaian, terutama di tempat terpencil atau tak dapat diakses karena pertempuran.

ADVERTISEMENT

Salah satunya adalah serangan rudal di sebuah sekolah di Minab, Iran selatan pada awal konflik. Citra satelit jadi kunci mengidentifikasi serangan tersebut, yang menurut penilaian awal kemungkinan besar dilakukan AS, tak hanya menghantam bangunan Angkatan Laut IRGC tapi juga merusak sekolah, di mana Iran menyebutkan 175 orang tewas.

Perusahaan besar lainnya yang sering diandalkan untuk pembaruan satelit adalah Vantor, sebelumnya bernama Maxar. Saat ini, perusahaan tersebut menerapkan kontrol terhadap citra dari beberapa bagian di Timur Tengah.

Kontrol tersebut dapat mencakup pembatasan siapa saja yang dapat meminta citra baru atau membeli citra historis di atas area di mana pasukan AS, NATO, serta pasukan sekutu aktif beroperasi, maupun di atas area yang ditargetkan lawan. Vantor telah membatasi citra pangkalan AS dan situs sensitif lainnya selama bertahun-tahun.

Vantor menyatakan tetap berkomitmen mendukung jurnalisme yang bertanggung jawab dengan proaktif menyediakan citra Iran dan Timur Tengah sembari mempertahankan langkah-langkah pengamanan.

Kedua perusahaan tersebut memiliki kontrak aktif dengan pemerintah AS. Planet mengatakan pihaknya berkonsultasi dengan pemerintah maupun pakar eksternal, sementara Vantor mengklaim keputusannya tidak diamanatkan pemerintah mana pun.




(fyk/rns)




Hide Ads