×
Ad

Startup Ini Mau Jualan Cahaya Matahari Pakai Cermin Raksasa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 16 Mar 2026 07:45 WIB
Startup Ini Mau Jualan Cahaya Matahari Pakai Cermin Raksasa Foto: Reflect Orbital
Jakarta -

Sebuah startup baru asal California, Amerika Serikat punya ide gila untuk menjual sinar Matahari. Sebagai bagian dari bisnis unik ini, mereka akan meluncurkan cermin raksasa ke luar angkasa yang akan memantulkan sinar matahari ke Bumi.

Startup bernama Reflect Orbital itu berencana meluncurkan 50.000 cermin yang dipasang pada satelit untuk menciptakan cahaya Matahari di Bumi saat gelap. Mereka sudah mendaftar untuk meluncurkan satelit prototipe bernama Earendil-1 untuk menguji coba rencana tersebut.

Konsep yang dikembangkan Reflect Orbital cukup sederhana. Cermin satelit yang ada di luar angkasa akan memantulkan sinar Matahari ke bagian Bumi yang sudah ditentukan.

Reflect Orbital akan menggunakan konstelasi satelitnya untuk menyinari area seluas 5 kilometer dengan intensitas cahaya antara 0,8 sampai 2,3 lux. Sebagai perbandingan, Bulan memberikan pencahayaan sekitar 0,05 sampai 0,3 lux di malam yang cerah.

Menurut website Reflect Orbital, teknologi ini akan dipakai untuk menerangi zona bencana dan misi pencarian, memperpanjang jam kerja di area industri, meningkatkan hasil pertanian, mengurangi polusi cahaya dengan mengganti lampu kota, dan menyediakan penerangan untuk operasi pertahanan.

Namun, sinar matahari tambahan ini tidak tersedia secara gratis. Reflect Orbital mematok harga USD 5.000 atau sekitar Rp 85 jutaan per jam untuk cahaya dari satu cermin di luar angkasa.

Reflect Orbital juga berencana mengadakan program bagi hasil dengan pembangkit listrik tenaga surya atas listrik yang dihasilkan menggunakan konstelasi satelitnya.

Walau baru sekedar wacana, rencana Reflect Orbital sudah mengundang kritik dari kelompok astronom. Cahaya yang dipantulkan oleh satelit cerminnya akan mengganggu observasi astronomi dari Bumi dan menciptakan gangguan pada citra teleskop.

Konstelasi satelit dalam jumlah besar juga berpotensi meningkatkan jumlah puing-puing antariksa di orbit Bumi dan menimbulkan risiko tabrakan yang lebih besar.

"Sistem ini akan menimbulkan risiko ekologis, kesehatan, keselamatan, dan astronomis yang signifikan dalam skala global," kata kelompok astronomi DarkSky International dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Gizmodo, Senin (16/3/2026).

Reflect Orbital saat ini masih menunggu persetujuan dari Federal Communications Commission sebelum bisa meluncurkan satelit pertamanya. Mereka berencana meluncurkan prototipe satelitnya tahun ini.



Simak Video "PLN Startup Day 2025: Jembatan Startup Wujudkan Energi Masa Depan"

(vmp/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork