Jika Bumi suatu hari dihantam asteroid raksasa atau terkena radiasi dari ledakan bintang, sebagian besar makhluk hidup mungkin akan punah. Namun ilmuwan memprediksi ada satu hewan kecil yang kemungkinan masih bisa bertahan hidup, tardigrade atau tardigrada.
Makhluk yang juga dikenal dengan sebutan water bear atau beruang air ini adalah hewan mikroskopis berkaki delapan yang terkenal sangat tangguh. Tardigrade mampu bertahan dalam kondisi ekstrem yang biasanya mematikan bagi organisme lain.
Sebuah studi ilmiah menunjukkan bahwa tardigrade mungkin menjadi salah satu makhluk terakhir yang bertahan hidup di Bumi bahkan setelah berbagai bencana kosmik besar. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis berbagai skenario bencana kosmik yang berpotensi memusnahkan kehidupan di Bumi, seperti tabrakan asteroid raksasa, ledakan supernova, hingga semburan sinar gamma dari luar angkasa.
Hasilnya, sebagian besar peristiwa tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk memusnahkan seluruh kehidupan di Bumi, terutama organisme yang hidup di laut dalam seperti tardigrade. Air laut yang sangat dalam dapat bertindak sebagai pelindung alami dari radiasi dan perubahan lingkungan ekstrem.
Para peneliti menyimpulkan bahwa satu-satunya skenario yang benar-benar dapat memusnahkan tardigrade adalah peristiwa yang mampu mendidihkan seluruh lautan di Bumi. Namun kemungkinan kejadian seperti itu sangat kecil.
Bertahan di kondisi ekstrem
Tardigrade memang terkenal sebagai salah satu organisme paling tahan banting di planet ini. Makhluk ini mampu bertahan tanpa makanan atau air selama puluhan tahun dan tetap hidup dalam suhu ekstrem, tekanan tinggi, hingga radiasi kuat.
Penelitian bahkan menunjukkan tardigrade bisa bertahan pada kondisi ruang angkasa yang hampa udara serta radiasi yang jauh lebih kuat dibandingkan yang mampu ditoleransi manusia.
Menurut David Sloan, peneliti dari Departemen Fisika University of Oxford dan salah satu penulis studi tersebut, penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan sebenarnya jauh lebih sulit dimusnahkan daripada yang sering dibayangkan.
"Banyak penelitian sebelumnya fokus pada skenario kiamat yang bisa memusnahkan manusia. Studi kami justru melihat spesies yang paling tangguh," kata Sloan seperti dikutip dari The Daily Galaxy.
Ia juga menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan kehidupan bisa bertahan sangat lama selama planet masih memiliki kondisi yang mendukung. "Begitu kehidupan muncul, ternyata sangat sulit untuk benar-benar memusnahkannya," ujarnya.
Temuan ini juga memberi harapan bagi para ilmuwan yang mencari kehidupan di luar Bumi. Jika organisme kecil seperti tardigrade bisa bertahan dari berbagai kondisi ekstrem, maka kemungkinan kehidupan juga dapat muncul atau bertahan di planet lain.
"Jika tardigrade adalah spesies paling tangguh di Bumi, siapa tahu ada organisme lain yang sama kuatnya di tempat lain di alam semesta," kata Dr. Rafael Alves Batista, fisika dari University of Oxford, ilmuwan lain dalam studi ini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meski manusia mungkin rentan terhadap bencana kosmik, kehidupan secara keseluruhan di planet seperti Bumi ternyata jauh lebih tangguh daripada yang diperkirakan.
Simak Video "5 Hewan Terkuat di Bumi yang Konon Tahan Kiamat"
(rns/rns)