×
Ad

Ilmuwan Ungkap Asteroid Penyebab Tsunami Raksasa Setinggi 100 Meter

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 13 Mar 2026 08:45 WIB
Ilmuwan Ungkap Asteroid Penyebab Tsunami Raksasa Setinggi 100 Meter Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kawah raksasa yang tersembunyi di bawah Laut Utara ternyata terbentuk akibat hantaman asteroid jutaan tahun lalu. Dampak tumbukan tersebut bahkan memicu tsunami raksasa setinggi lebih dari 100 meter.

Temuan ini sekaligus mengakhiri perdebatan panjang para ilmuwan mengenai asal-usul Silverpit Crater, struktur geologi misterius yang berada di dasar Laut Utara. Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Heriot-Watt University di Edinburgh menunjukkan bahwa kawah tersebut terbentuk sekitar 43 hingga 46 juta tahun lalu setelah asteroid berdiameter sekitar 160 meter menabrak dasar laut.

Silverpit berada sekitar 700 meter di bawah dasar laut, sekitar 129 kilometer dari pantai Yorkshire, Inggris. Struktur ini pertama kali diidentifikasi pada 2002 dan memiliki diameter sekitar 3 kilometer dengan pola patahan melingkar hingga sekitar 20 kilometer.

Selama lebih dari dua dekade, para ilmuwan memperdebatkan bagaimana kawah ini terbentuk. Sebagian menduga akibat hantaman asteroid berkecepatan tinggi, namun ada juga yang menilai struktur tersebut terbentuk karena pergerakan garam bawah tanah atau aktivitas vulkanik.

Kini, penelitian terbaru berhasil memberikan bukti kuat bahwa Silverpit memang merupakan kawah akibat tumbukan asteroid. Tim peneliti menggunakan data pencitraan seismik terbaru serta analisis fragmen batuan dari sumur minyak di kawasan tersebut.

Dr. Uisdean Nicholson, sedimentolog dari School of Energy, Geoscience, Infrastructure and Society di Heriot-Watt University, mengatakan temuan mineral tertentu menjadi bukti penting.

"Pencitraan seismik baru memberi kami gambaran yang belum pernah ada sebelumnya tentang kawah ini," ujar Nicholson seperti dikutip dari Science Daily.

"Sampel dari sumur minyak juga menunjukkan kristal kuarsa dan feldspar yang mengalami 'shock' pada kedalaman yang sama dengan dasar kawah," ia menambahkan.

Menurut Nicholson, mineral tersebut hanya bisa terbentuk akibat tekanan ekstrem dari tumbukan asteroid. "Kami sangat beruntung menemukannya, seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Ini membuktikan hipotesis kawah tumbukan tanpa keraguan," jelasnya.

Tsunami Raksasa Setinggi 100 Meter

Analisis juga menunjukkan asteroid itu menghantam dasar laut dengan sudut rendah dari arah barat. Nicholson menjelaskan, asteroid selebar 160 meter menghantam dasar laut dan dalam beberapa menit menciptakan tirai batu dan air setinggi sekitar 1,5 kilometer.

"Material tersebut kemudian runtuh kembali ke laut dan memicu tsunami raksasa setinggi lebih dari 100 meter yang menyebar ke seluruh kawasan," sebutnya.

Peneliti menyebut Silverpit sebagai salah satu kawah tumbukan berkecepatan tinggi yang sangat langka dan masih terjaga dengan baik di Bumi.

Nicholson menjelaskan bahwa planet Bumi sangat dinamis sehingga banyak bekas tumbukan asteroid yang hilang akibat erosi dan pergerakan lempeng tektonik. Saat ini hanya sekitar 200 kawah tumbukan yang telah dikonfirmasi di daratan, dan sekitar 33 yang ditemukan di bawah laut.

Profesor Gareth Collins dari Imperial College London, yang ikut terlibat dalam penelitian ini, mengatakan temuan baru akhirnya menyelesaikan perdebatan lama.

"Saya selalu berpikir hipotesis tumbukan adalah penjelasan paling sederhana dan paling konsisten dengan pengamatan. Sekarang kami akhirnya menemukan bukti penentunya," kata Collins.

Penemuan ini diharapkan membantu ilmuwan memahami bagaimana tumbukan asteroid membentuk permukaan planet, sekaligus memberi gambaran tentang dampak yang mungkin terjadi jika peristiwa serupa terjadi di masa depan.



Simak Video "Video Visualisasi Asteroid 2024 YR4 yang Ramai Diprediksi Bakal Tabrak Bumi"

(rns/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork