×
Ad

Ilmuwan Akhirnya Temukan Kelemahan Hewan Terkuat di Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 06 Mar 2026 06:15 WIB
Ilmuwan Akhirnya Temukan Kelemahan Hewan Terkuat di Bumi Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Tardigrada, hewan mikroskopis yang sering dijuluki water bear, dikenal sebagai salah satu hewan terkuat di Bumi. Organisme ini mampu bertahan dari suhu ekstrem, radiasi tinggi, kekeringan, bahkan kondisi vakum luar angkasa. Namun, penelitian terbaru menunjukkan ada kondisi tertentu yang ternyata sulit mereka hadapi.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal International Journal of Astrobiology, para ilmuwan mencoba menempatkan tardigrada pada simulasi tanah Mars (regolith) di laboratorium untuk melihat apakah hewan tersebut dapat bertahan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi tertentu pada tanah Mars dapat membuat tardigrada tidak mampu bertahan.

Dikutip dari Gizmodo, para peneliti membuat dua jenis simulasi tanah Mars berdasarkan data dari rover Curiosity milik NASA yang menjelajah Kawah Gale. Sampel pertama disebut MGS-1, yang mewakili komposisi tanah Mars secara umum, sedangkan sampel kedua OUCM-1 dirancang dengan komposisi mineral yang lebih spesifik.

Dalam percobaan tersebut, tardigrada dimasukkan ke dalam kedua jenis tanah tersebut dan aktivitasnya diamati selama beberapa hari. Hasilnya, tanah tipe MGS-1 membuat aktivitas tardigrada menurun drastis, bahkan sebagian menjadi tidak aktif hanya dalam dua hari.

Menariknya, ketika tanah MGS-1 tersebut dibilas dengan air terlebih dahulu, tardigrada yang dimasukkan kemudian mampu bertahan lebih lama. Hal ini menunjukkan adanya zat tertentu dalam tanah simulasi Mars yang bersifat merusak bagi organisme tersebut.

Zat Berbahaya dalam Regolith

Penelitian ini dipimpin oleh Corien Bakermans, mikrobiolog dari Penn State University. Ia mengatakan timnya cukup terkejut dengan hasil tersebut. Menurutnya, para peneliti menduga ada senyawa tertentu di dalam tanah simulasi Mars yang dapat dihilangkan dengan proses pencucian sederhana.

"Kami sedikit terkejut melihat seberapa merusaknya MGS-1. Kami menduga ada sesuatu yang spesifik dalam simulant itu yang bisa hilang jika dicuci," jelas Bakermans.

Temuan ini memberi petunjuk bahwa regolith Mars mungkin memiliki kondisi alami yang dapat merusak organisme dari Bumi, sehingga berpotensi melindungi planet tersebut dari kontaminasi biologis.

Eksperimen ini juga terkait dengan konsep planetary protection, yaitu upaya mencegah mikroorganisme dari Bumi mencemari planet lain-atau sebaliknya. Tardigrada dipilih karena dikenal sangat tahan terhadap berbagai kondisi ekstrem, sehingga menjadi kandidat ideal untuk menguji batas kelangsungan hidup organisme.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa penelitian ini masih menggunakan tanah Mars buatan di laboratorium. Artinya, masih diperlukan penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor lain seperti suhu dan tekanan atmosfer Mars yang sebenarnya.

Walau dikenal hampir 'tak terkalahkan', studi ini menunjukkan bahwa bahkan makhluk sekuat tardigrada pun tetap memiliki batas dalam menghadapi lingkungan ekstrem, terutama jika berada di planet lain seperti Mars.



Simak Video "Video: Mengintip Sentra Fauna Lenteng Agung Tempat Relokasi Pasar Barito"

(rns/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork