×
Ad

Dikira Kena Bully, Ternyata Ini Alasan Punch 'Dihajar' Monyet Dewasa

Tim - detikInet
Rabu, 25 Feb 2026 15:50 WIB
Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Jakarta -

Video monyet yang lebih tua tampak menindas (bullying) Punch beredar dan membuat khawatir netizen. Dalam salah satu video yang disaksikan jutaan kali, seekor monyet dewasa menyeret Punch yang malang di tanah, hingga akhirnya Punch berlari mencari kenyamanan pada bonekanya di sudut kandang.

Setelah para penggemar Punch menghubungi pihak kebun binatang Ichikawa karena mengkhawatirkan kondisinya, pihak kebun binatang merilis pernyataan rinci untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut penjaga satwa, insiden bermula saat Punch mendekati bayi monyet lain untuk mencoba berinteraksi. Ketika bayi monyet itu menjauh, Punch justru duduk di sebelahnya. Seekor betina dewasa yang diyakini sebagai ibu bayi monyet tersebut, kemudian turun tangan.

"Monyet dewasa yang menyeret Punch kemungkinan besar ibu dari monyet yang coba diajak berkomunikasi oleh Punch. Dia mungkin merasa bayinya terganggu oleh Punch dan menjadi kesal," tulis kebun binatang.

Meskipun menyayat hati, Alison Behie, profesor antropologi biologi di Universitas Nasional Australia, mengatakan perilaku semacam itu sepenuhnya normal dalam dunia kera macaque. Betina yang dominan menunjukkan agresi kepada mereka yang kurang dominan bahkan bayi sekalipun, untuk menjaga hierarki kekuasaan.

"Penting diingat bahwa pada monyet Jepang, tingkat agresi tertentu adalah normal untuk mempertahankan hierarki dominasi garis ibu (matrilineal) ketat. Meskipun terlihat seolah-olah Punch sedang 'dirundung', perilaku ini sebenarnya bukan hal aneh," paparnya.

Punch pernah mengalami hal serupa dari sesama monyet sebelumnya, saat ia belajar memahami dinamika kawanan. "Punch sudah sering dimarahi monyet lain di masa lalu dan dari situ ia belajar cara sosialisasi dengan mereka. Meski Punch sudah berkali-kali ditegur monyet lain, tak satu pun monyet menunjukkan agresi serius terhadapnya," tutur mereka.

Yang terpenting adalah Punch tidak terisolasi dan sedang berintegrasi ke kelompok sosial di kebun binatang tersebut, perlahan namun pasti. Primata adalah makhluk sosial yang perlu hidup dalam kelompok spesies mereka.

Itu sebabnya Behie menekankan bahwa selucu apa pun Punch, ia dan primata lainnya tak seharusnya jadi hewan peliharaan manusia. "Sering kali kisah viral seperti ini meningkatkan permintaan monyet sebagai hewan peliharaan, dan perdagangan hewan ilegal adalah salah satu penyebab utama penurunan populasi di alam liar," ujarnya.

"Jadi jika Anda tersentuh dengan kisahnya, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk membantu adalah mempelajari tentang hewan-hewan ini, serta berdonasi ke kebun binatang dan pusat satwa liar yang paling mampu merehabilitasi dan merawat mereka," imbuhnya, dikutip detikINET dari Huff Post.



Simak Video "Video: Dihujat Fans, Sutradara One Punch Man Season 3 Tutup Akun Medsos"

(fyk/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork