×
Ad

Jam Kiamat Hanya 85 Detik Menuju Tengah Malam Gara-gara AI

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 30 Jan 2026 05:44 WIB
Jam Kiamat (Foto: Bulletin of the Atomic Scientists)
Jakarta -

Doomsday Clock alias Jam Kiamat bergerak semakin dekat menuju tengah malam. Kini jam simbolis itu hanya berjarak 85 detik menuju tengah malam, waktu terdekat sepanjang sejarahnya.

Doomsday Clock bukan bermakna Jam Kiamat secara harfiah. Doomsday Clock adalah jam simbolis terhadap kondisi di Bumi yang mengarah kepada kerusakan alam dll.

Jam Kiamat untuk tahun 2026 bergerak 4 detik lebih dekat ke tengah malam dibandingkan tahun lalu. Bulletin of the Atomic Scientist mengatakan negara adidaya seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia tidak hanya gagal mengambil tindakan sejak tahun lalu, tapi juga membuat situasinya menjadi lebih buruk.

"Rusia, China, Amerika Serikat, dan negara-negara besar lainnya justru semakin agresif, bermusuhan, dan nasionalistik," tulis editor John Mecklin dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Mashable, Jumat (30/1/2026).

"Kesepahaman global yang susah payah dicapai sedang runtuh, mempercepat persaingan kekuatan besar yang mengutamakan pemenang dan melemahkan kerjasama internasional yang penting untuk menurunkan risiko perang nuklir, perubahan iklim, penyalahgunaan bioteknologi, potensi ancaman kecerdasan buatan, dan bahaya lainnya," sambungnya.

Jam Kiamat dipercepat karena kombinasi ancaman bahaya yang semakin memburuk dalam setahun terakhir. Seperti ancaman perang nuklir yang justru semakin meningkat akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, perubahan iklim terus mengancam masa depan Bumi, dengan gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi. Ancaman biologis juga semakin meningkat, tidak hanya soal senjata biologis tapi juga infrastruktur layanan kesehatan umum yang terus menurun.

Teknologi disruptif'juga memiliki ancaman bahaya yang besar, terutama ancaman yang diakibatkan AI. Mulai dari penyebaran misinformasi, disinformasi, dan deepfake yang dibantu AI sampai penggunaan AI yang masih sering mengalami halusinasi di sektor militer.

Bulletin of the Atomic Scientist sudah memberikan beberapa rekomendasi untuk memundurkan Jam Kiamat. Rekomendasi ini terutama melibatkan AS untuk terlibat dengan negara lain, menetapkan pedoman internasional untuk senjata nuklir dan pengembangan teknologi.

Mereka juga menyerukan kepada Kongres AS untuk melawan penolakan Presiden Donald Trump terhadap energi terbarukan dan memberi insentif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.



Simak Video "Video: Hati-hati! Hacker Bisa Ambil Data Kamu Lewat Browser AI!"

(vmp/fay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork