Di tengah gurun pedalaman Australia terdapat sungai yang usianya jauh melampaui waktu ketika dinosaurus pertama kali muncul di Bumi. Sungai Finke, juga dikenal sebagai Larapinta oleh masyarakat adat Arrernte, diperkirakan berusia antara 300 hingga 400 juta tahun, menjadikannya salah satu sungai tertua yang masih mengalir hingga kini.
Finke mengalir melalui Pegunungan MacDonnell, kawasan yang terbentuk selama jutaan tahun melalui proses tektonik yang dikenal sebagai Alice Springs Orogeny. Keunikan sungai ini bukan hanya dari usianya, tetapi juga dari caranya berinteraksi dengan lanskap di sekitarnya.
"Ada indikasi bahwa saluran drainase sudah ada sementara pegunungan sedang terbentuk. Ini disebut antecedence, pada dasarnya sungai sudah ada sebelum gunung terbentuk, dan karena kerak bumi terangkat, sungai mengikis ke bawah dan mempertahankan jalurnya," kata Victor Baker geomorfolog dari University of Arizona, dikutip dari The Daily Galaxy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu alasan Finke masih tetap mengalir adalah stabilitas tektonik Australia. Tanah Australia relatif tidak banyak mengalami pergeseran besar yang bisa menghentikan aliran sungai ini, berbeda dengan sungai di wilayah lain yang terpengaruh oleh kegiatan geologi atau perubahan iklim besar seperti glasiasi.
"Sungai bisa hilang jika sedimentasi besar menutupinya atau jika topografi berubah drastis seperti akibat kemajuan dan mundurnya gletser. Umur panjang dipengaruhi oleh stabilitas tektonik dan tidak adanya glasiasi besar selama periode geologi tertentu," kata Ellen Wohl ahli geologi dari Colorado State University.
Para ilmuwan menggunakan penanggalan isotop radioaktif dan analisis erosi untuk memetakan sejarah kimia batuan yang dilalui sungai ini. Teknik ini membantu menentukan kapan batuan tersebut terakhir kali terekspos di permukaan, dan hasilnya menunjukkan kesesuaian usia aliran Finke dengan periode pembentukan pegunungan di sekitarnya.
Sungai Finke bukan hanya bagian dari sejarah geologi Bumi, tetapi juga saksi hidup perubahan lanskap selama ratusan juta tahun. Keberadaannya, jauh lebih tua dari dinosaurus, menunjukkan bagaimana proses alam bisa menciptakan dan mempertahankan struktur yang luar biasa panjang dalam sejarah planet kita.
(rns/rns)