Beberapa waktu yang lalu, salah satu satelit internet Starlink milik SpaceX hampir ditabrak oleh satelit lain. Untuk mencegah insiden itu terulang kembali, SpaceX akan menurunkan posisi ribuan satelit Starlink di orbit.
Dalam postingannya di Twitter/X, VP of Starlink Engineering Michael Nicolls mengatakan semua satelit yang awalnya mengorbit di ketinggian sekitar 550 km akan diturunkan ke ketinggian sekitar 480 km.
Penurunan ini ditujukan untuk mengurangi risiko tabrakan, dengan menempatkan satelit Starlink di wilayah yang tidak terlalu padat dan memungkinkan satelit keluar dari orbit lebih cepat jika terjadi insiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurunkan ketinggian satelit akan menghasilkan pemadatan orbit Starlink, dan akan meningkatkan keamanan luar angkasa dalam beberapa cara," tulis Nicolls dalam postingannya, seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (3/1/2026).
Nicolls juga menyinggung 'solar minimum' yang akan terjadi pada awal tahun 2030-an sebagai salah satu alasan memindahkan orbit Starlink. Solar minimum adalah periode dengan aktivitas Matahari paling rendah dalam siklus 11 tahun.
"Seiring dengan mendekatnya solar minimum, kepadatan atmosfer menurun yang artinya waktu peluruhan balistik pada ketinggian tertentu meningkat - menurunkan orbit akan berarti pengurangan >80% dalam waktu peluruhan balistik selama solar minimum, atau 4+ tahun berkurang menjadi beberapa bulan," sambungnya.
Nicolls menambahkan bahwa penurunan ketinggian satelit Starlink diharapkan dapat meningkatkan keamanan konstelasi satelit, terutama dengan risiko yang sulit dikendalikan seperti manuver dan peluncuran oleh operator satelit lain yang tidak terkoordinasi.
Pengumuman ini dibuat hanya beberapa pekan setelah SpaceX mengatakan salah satu satelit Starlink mengalami anomali yang membuatnya jatuh ke Bumi. Hanya beberapa hari sebelumnya, salah satu satelit Starlink hampir ditabrak satelit yang diluncurkan dari China.
(vmp/vmp)