SMA Labschool Cibubur meraih Platinum Award dan Gole Award dalam Asian Exchange Student Program 2025 (ASEP 2025). ASEP merupakan program lomba dan pertukaran pelajar internasional berbahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Education Bureau, Kaohsiung City Government.
ASEP 2025 merupakan wadah bagi pelajar Asia untuk menampilkan presentasi proyek berbahasa Inggris yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi, sekaligus memperkuat jejaring dan persahabatan lintas negara di kawasan Asia.
ASEP 2025 mengusung tema 'Smart Environmental Actions: Youth Designing Future Cities' dan diselenggarakan pada 23-27 Desember 2025 di Kaohsiung, Taiwan. Di ajang ini, dua tim SMA Labschool Cibubur yang terdiri dari 16 anggota menampilkan inovasi berbasis sains dan teknologi lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim A menghadirkan inovasi ReOilve, berupa stasiun penampungan Used Cooking Oil (UCO) yang terintegrasi dengan sensor Internet of Things (IoT). Alat ini digunakan untuk memantau dan mengelola minyak jelantah, yang kemudian diolah kembali menjadi sabun ramah lingkungan sebagai upaya mendukung konsep kota berkelanjutan.
Sementara itu, Tim B menampilkan inovasi SaniSense, sebuah alat sensor untuk mendeteksi gas sulfur dan amonia di toilet yang menampilkan kondisi kebersihan pada layar LCD dan secara otomatis menyemprotkan disinfektan ketika terdeteksi kondisi toilet yang tidak bersih. Atas kualitas inovasi, relevansi solusi, dan kemampuan presentasi yang ditampilkan, Tim SMA Labschool Cibubur berhasil meraih Platinum Award serta Gold Award masing-masing.
"Kami sangat bangga dan mengapresiasi seluruh siswa, guru pendamping, dan pelatih atas kerja keras dan dedikasi selama proses persiapan hingga pelaksanaan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi secara nyata di ajang internasional," ujar Kepala SMA Labschool Cibubur Dr Ali Chudori.
Hal senada disampaikan oleh Tri Purba Dharmastuti, MPd, Gr, selaku Wakil Kepala Sekolah yang turut mendampingi kegiatan ASEP 2025.
"ASEP memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga bagi siswa, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga dalam membangun karakter, kolaborasi, serta kepedulian terhadap isu lingkungan global," ungkapnya.
(ask/afr)