Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hewan Tertua Lahir Tahun 1499, Hidupnya Berakhir karena Manusia

Hewan Tertua Lahir Tahun 1499, Hidupnya Berakhir karena Manusia


Aisyah Kamaliah - detikInet

Kerang Ming hewan tertua di dunia.
Kerang Ming hewan tertua di dunia. Foto: Madelyn Mette/USGS (Public Domain)
Jakarta -

Salah satu hewan tertua di dunia, lahir pada 1499. Namun, pada 2006, dia harus mati karena ulah manusia.

Diketahui bahwa hewan tertua di dunia ada yang berusia hingga 2.000 tahun, tapi dia adalah organisme kolonial. Nah, kali ini ilmuwan benar-benar menemukan hewan individu tertua (non-klonal) yang diidentifikasi oleh para ilmuwan.

Dia adalah kerang Ming, yang mengalami nasib tragis di tangan manusia pada usia 507 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Mengutip IFLScience, pada tahun 2006, di lepas pantai Islandia, seekor kerang quahog raksasa (Arctica islandica) ditemukan di dasar laut. Seperti halnya menghitung lingkaran pertumbuhan pada pohon untuk menentukan usianya, dimungkinkan untuk menghitung lingkaran pertumbuhan pada kerang ini untuk memperkirakan usianya secara kasar.

"Cangkang moluska bivalvia mengandung catatan ontogeni mereka dalam bentuk garis pertumbuhan tahunan internal, dan tanda harian dan pasang surut dengan resolusi lebih tinggi, yang dapat diamati secara mikroskopis dalam replika lapisan asetat atau sayatan tipis," jelas sebuah makalah tentang kerang tersebut.

Cangkang A. islandica terbentuk sebagai serangkaian pertambahan pertumbuhan tahunan (pertumbuhan cepat) yang dipisahkan oleh garis pertumbuhan sempit (pertumbuhan lambat atau penghentian pertumbuhan). Sifat tahunan dari pertambahan tersebut telah dibuktikan berdasarkan profil isotop oksigen stabil musiman dan percobaan penandaan-penangkapan kembali, jabar makalah itu.

Pada tahun 2006, para ilmuwan melakukan upaya itu, mencoba untuk menentukan usia Ming. Tapi, siapa sangka justru itu akan merenggut nyawa hewan setengah abad itu.

"Penghitungan tanda tahunan dari cangkang yang dipotong mengungkapkan bahwa kerang ini hidup selama lebih dari 405 tahun," ungkap sebuah makalah tentang kerang tersebut. Ini menjadikannya moluska yang hidup paling lama dan mungkin hewan non-kolonial tertua yang pernah didokumentasikan.

Meskipun sudah cukup tua, penanggalan radiokarbon selanjutnya pada kerang tersebut mengungkapkan bahwa usianya lebih tua lagi, atau tepatnya 507 tahun. Ini menempatkan kemungkinan tanggal kelahirannya sekitar tahun 1499 Masehi. Dengan segera kerang tersebut dijuluki 'Ming' oleh media karena memulai hidupnya pada masa dinasti Ming di China.

Kendati demikian, harus dipahami bahwa cukup umum bagi spesies ini untuk hidup lebih dari 100 tahun, atau bahkan lebih tua. Inilah yang membuat ilmuwan penasaran bagaimana moluska ini bisa hidup begitu lama.

"A. islandica memiliki konsumsi oksigen yang sangat rendah. Ketika suatu hewan memiliki metabolisme yang sangat lambat, biasanya itu juga berarti bahwa ia memiliki umur yang sangat panjang. Namun, saya juga percaya bahwa sebagian alasan umur panjangnya terletak pada gennya," kata ahli biologi kelautan Doris Abele kepada Science Nordic.

Dengan pengecualian oksidasi asam nukleat, tingkat kerusakan A. islandica tidak berubah seiring bertambahnya usia, menunjukkan pemeliharaan sel yang sangat baik, tambah sebuah makalah tentang topik tersebut.

Dikarenakan korelasi antara oksidasi asam nukleat dan usia juga telah ditunjukkan sebelumnya pada organisme lain, dan tingkat akumulasi oksidasi asam nukleat berkorelasi dengan usia relatif pada kedua populasi yang diteliti, oksidasi asam nukleat mungkin mencerminkan mekanisme penuaan intrinsik.

Sayangnya bagi Ming, hewan tersebut tidak lagi 'merayakan' ulang tahunnya lagi. Kerang tersebut mati pada tahun 2006, kemungkinan akibat pembekuannya saat pertama kali dikeruk dari tempat perlindungannya.




(ask/ask)




Hide Ads