Kadang, Christmas ditulis menjadi 'Xmas'. Sebagian orang merasa penulisan ini seperti simbol 'kemalasan', padahal ada makna di balik penulisan 'X'. Terus, mengapa 'Christmas' ditulis menjadi 'Xmas'?
Kemarahan yang atas penggunaan kata 'Xmas' adalah tradisi Natal yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Pada Desember 1957, majalah News and Views milik Church League of America menerbitkan sebuah artikel berjudul 'X=The Unknown Quantity'.
Gerald L. K. Smith, seorang pendeta dan agitator politik, mengecam 'Xmas' sebagai "penghilangan nama Kristus yang menghujat" dan mengklaim bahwa "X disebut sebagai simbol dari kuantitas yang tidak diketahui".
Namun ternyata, ada sejarah mengapa 'X' mulai digunakan dalam penyebutan Christmas.
Melansir IFLScience, dalam bahasa Yunani, bahasa asli Perjanjian Baru, nama Kristus ditulis sebagai Christos (Χριστός). Itu dimulai dengan huruf Yunani chi (Χ) - bukan huruf Romawi X yang kita gunakan saat ini, tetapi secara visual mirip.
Sejak abad-abad pertama Kekristenan, para juru tulis menggunakan huruf ini sebagai singkatan yang penuh hormat untuk nama Kristus, terutama dalam manuskrip di mana ruang terbatas. Simbol itu sakral, bukan singkatan yang asal-asalan.
Kekristenan dilarang dan dianiaya di Kekaisaran Romawi, sehingga dikatakan bahwa para pengikut awal akan menggunakan tanda Chi-Rho (☧) - mirip dengan X dan P dalam alfabet saat ini - untuk secara diam-diam menandai tempat ibadah, makam, dan lokasi penting lainnya.
Salah satu penggunaan kata 'Xmas' paling awal yang diketahui dalam bahasa Inggris berasal dari tahun 1021 M, ketika seorang juru tulis Anglo-Saxon mencatat 'XPmas' sebagai cara untuk menghemat ruang pada perkamennya.
Seiring berjalannya waktu, huruf P dihilangkan dan kata 'Xmas' lebih sering muncul, bersama dengan varian lainnya. Pada tahun 1551, selama pemerintahan Raja Edward VI dari Inggris, istilah 'X'temmas' (varian yang jelas dari Xmas) muncul dalam surat resmi yang ditulis oleh raja sendiri. Ada juga sebuah puisi dari tahun 1799 karya Samuel Taylor Coleridge yang berbunyi: "My Xstmas Carol is a quaint performance".
Jadi, itulah mengapa ada yang menulis Christmas menjadi Xmas. Dalam sejarah, ternyata ada makna mengapa X digunakan untuk penulisan Christmas.
Simak Video "Video Pramono Buka Christmas Carol Colossal, Ajak Doakan Korban Terra Drone"
(ask/ask)