Seperti Manusia, Kambing Juga Bisa Pingsan
Hide Ads

Seperti Manusia, Kambing Juga Bisa Pingsan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 29 Agu 2025 09:48 WIB
ilustrasi kambing
Foto: dok. istimewa
Jakarta -

Pingsan atau hilang kesadaran sesaat secara tiba-tiba tak hanya terjadi pada manusia. Kambing juga bisa mengalaminya. Bahkan ada istilah khusus untuk perilaku aneh ini, fainting goat alias kambing pingsan.

Pada 2017, pernah ada sebuah video viral yang merekam fainting goat. Video tersebut direkam oleh pemilik kambing, David Taneyhill, yang memperlihatkan dua kambingnya, Ricky dan adiknya, Lucy, sedang bermain di halaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika Lucy melompat ke ayunan, yang menyebabkan ayunan itu bergoyang ke arah Ricky, Ricky langsung menegang dan roboh ketakutan. Kelumpuhan sementara Ricky hanya berlangsung beberapa saat sebelum ia melompat kembali tanpa gangguan.

"Kambing cokelat kami, Lucy, hanya pingsan dua atau tiga kali sejak kami mendapatkannya, tetapi Ricky pingsan beberapa kali seminggu," kata Taneyhill seperti dikutip dari National Geographic.

ADVERTISEMENT

Video kambing pingsan ini rupanya ditonton banyak orang, menyebabkannya viral di internet, serta ramai dibagikan di YouTube dan Vine (kini sudah tidak ada). Sebuah video tentang hal ini bahkan ditonton lebih dari 25 juta kali di YouTube, dan acara populer Mythbusters mendedikasikan satu episode untuk mengulas kambing yang pingsan.

Dari sisi ilmiah, perilaku ini dikenal sebagai myotonia congenita, suatu kondisi ketika otot berkontraksi tetapi tidak rileks, yang berarti hewan tersebut menjadi lumpuh sementara, atau menjadi kaku karena takut.

Myotonia congenita tidak hanya menyerang kambing atau ternak, tetapi juga dapat memengaruhi manusia, meskipun bukan sebagai respons terhadap rasa takut. Meski disebut kambing pingsan, mereka tidak benar-benar pingsan, karena hewan-hewan itu sebenarnya tidak pernah kehilangan kesadaran.

Kebanyakan hewan yang mengalami rasa takut menerima dorongan kimiawi yang memicu respons 'lawan atau lari'. Salah satu hipotesis mengapa kambing yang pingsan 'mengunci diri' saat ketakutan adalah mutasi sel yang menghambat mereka menerima zat kimia penggerak otot ini. Dengan kata lain, alih-alih merespons secara normal, otot-otot mereka justru menegang.

Karena myotonia congenita merupakan gen resesif, kambing yang disilangkan dengan ras lain biasanya tidak menunjukkan perilaku pingsan.

Ras ini merupakan salah satu dari sedikit jenis kambing asli Amerika Utara. Mereka umum ditemukan di Tennessee dan negara bagian tetangganya di wilayah Selatan.

Meskipun banyak yang dipelihara untuk diambil dagingnya, beberapa kambing, seperti Ricky dan Lucy, berhasil lolos dari maut karena dianggap menarik untuk dijadikan hewan peliharaan.




(rns/rns)
Berita Terkait