Inti Bumi Berhenti Berputar dan Balik Arah, Ini Dampaknya

Inti Bumi Berhenti Berputar dan Balik Arah, Ini Dampaknya

ADVERTISEMENT

Inti Bumi Berhenti Berputar dan Balik Arah, Ini Dampaknya

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 25 Jan 2023 05:40 WIB
Jakarta -

Bola padat yang berputar-putar di pusat inti dalam Bumi tampaknya berhenti baru-baru ini, dan sekarang mungkin berputar ke arah yang berlawanan dari dekade sebelumnya.

Dugaan ini diungkap oleh sebuah studi terbaru yang dilakukan dua ilmuwan dari Peking University di China. Keduanya melaporkan adanya pergerakan misterius di dalam inti Bumi dengan mempelajari data gelombang seismik dari gempa yang meledak melalui inti dalam Bumi.

Dengan melihat perubahan pada gelombang ini, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam lapisan dalam Bumi, jauh lebih dalam daripada yang dapat dicapai oleh bor dan instrumen mana pun.

Seperti dikutip dari IFL Science, data mereka merinci perubahan gelombang seismik selama beberapa dekade, dimulai dengan rekaman di Alaska dari awal 1960-an hingga rekaman yang dikumpulkan pada 2021.

Data menunjukkan, bagian-bagian inti yang sebelumnya memperlihatkan tanda-tanda variasi yang jelas tiba-tiba menunjukkan perubahan yang sangat kecil sekitar tahun 2009, yang menurut mereka menunjukkan bahwa rotasi inti bagian dalam terhenti.

Mereka juga mengambil perubahan penting dalam gelombang yang dimulai sekitar awal 1970-an yang menunjukkan jeda ini adalah bagian dari osilasi yang terjadi setiap tujuh dekade atau lebih, ketika inti dalam secara bertahap kembali ke arah yang berlawanan.

Inti BumiInti Bumi. Foto: IFL Science

Cara kerja inti Bumi

Cara kerja bagian dalam Bumi sangat misterius. Strukturnya dapat dibagi menjadi empat lapisan utama: kerak luar (crust), mantel yang sebagian besar padat (mantle), diikuti oleh inti luar logam cair (liquid outer core), dan inti dalam terakhir yang terdiri dari besi dan nikel (solid inner core).

Karena inti dalam dipisahkan dari sisa Bumi padat oleh inti luar yang cair, ia dapat melakukan rotasi yang berbeda dari permukaan Bumi. Putaran inti dalam diatur oleh medan magnet yang dihasilkan dalam inti luar logam cair, serta efek gravitasi mantel.

Namun, teori tentang pergerakan inti dalam ini tidak disepakati. Banyak peneliti sebelumnya berpendapat bahwa lapisan geologis terdalam planet berputar di samping bagian planet lainnya dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat daripada permukaan, tetapi sekarang diyakini tidak semudah itu.

Tahun lalu, penelitian mengisyaratkan bahwa inti Bumi berosilasi, berayun lembut dan berputar dari satu arah ke arah lain dalam satu siklus. Menariknya, mereka menemukan beberapa data yang tidak biasa dari awal 1970-an, seperti studi bar yang dimuat di jurnal ilmiah Nature Geoscience ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa inti dalam bergerak perlahan ke arah yang berbeda antara tahun 1969 dan 1971, sub-rotasi setidaknya sepersepuluh derajat per tahun, dibandingkan dengan arah pergerakannya antara tahun 1971 dan 1974.

"Dari temuan kami, kami dapat melihat permukaan Bumi bergeser dibandingkan dengan inti dalamnya, seperti yang telah dinyatakan orang selama 20 tahun belakangan," kata John E. Vidale, rekan penulis studi dan Profesor Ilmu Bumi serta Dekan di USC Dornsife College of Letters, Arts dan Sains, dalam sebuah pernyataan pada tahun 2022.

"Namun, pengamatan terbaru kami menunjukkan bahwa inti dalam berputar sedikit lebih lambat dari 1969-1971, kemudian bergerak ke arah lain dari 1971-1974," tulis mereka.

Dampak pada Bumi

Pergerakan aneh inti Bumi mungkin tampak sangat jauh dari kita. Namun perilakunya sebenarnya berpengaruh pada kehidupan penghuni Bumi di permukaannya.

Inti Bumi, khususnya inti luarnya, mempengaruhi medan magnet planet. Sejak Kutub Magnetik Utara pertama kali didokumentasikan secara ilmiah pada awal abad ke-19, ia telah mengembara sejauh 2.250 kilometer melintasi bentangan atas Belahan Bumi Utara dari Kanada menuju Siberia.

Antara tahun 1990 dan 2005, laju pergerakan ini meningkat dari kurang dari 15 kilometer per tahun menjadi sekitar 50-60 kilometer per tahun. Fluks ini kemungkinan merupakan efek dari dua "gumpalan" magnet dari bahan cair di bagian dalam planet, yang menyebabkan pergeseran besar-besaran medan magnetnya.

Fluks adalah aliran properti fisik dalam ruang. Pemahaman ini merupakan dasar konsep medan dalam fisika dan matematika, dengan dua penerapan utama: dalam fenomena perpindahan dan integral permukaan.

(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT