Ilmuwan Penasaran dengan Batu Hidup yang Bisa 'Melahirkan'

Ilmuwan Penasaran dengan Batu Hidup yang Bisa 'Melahirkan'

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Penasaran dengan Batu Hidup yang Bisa 'Melahirkan'

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 19 Jan 2023 05:48 WIB
Batu hidup
Ilmuwan Penasaran dengan Batu Hidup yang Tumbuh dan 'Melahirkan'. Foto: Daily Mail
Jakarta -

Ilmuwan dibuat penasaran dengan batuan yang bisa bertumbuh dan bergerak. Batu ini berasal dari Rumania dan dikenal sebagai trovant.

Keunikannya ini membuat orang awam semula mengira trovant berasal dari luar angkasa. Hasil penelitian menyebutkan, trovant benar-benar berasal dari Bumi dan secara alami terbentuk oleh proses geologis.

Dikutip dari Daily Mail, hidup bebatuan ini dimulai sebagai kerikil dan tumbuh sekitar 2 cm per 1.000 tahun. Batu trovant mengandung struktur mineral unik yang meniru kehidupan tumbuhan dan mamalia.

Batu bulat aneh itu tampak tumbuh dengan cara yang hampir sama seperti jaringan tumbuhan, dan mereka 'melahirkan' batu baru seperti hewan.

Batu trovant ditemukan di sebuah desa kecil di Rumania bernama Costeşti, sekitar 80 km sebelah barat ibu kota Bucharest. Bebatuan ini terlihat seperti gelembung yang ditiup dan ukurannya bervariasi, beberapa ada yang sangat besar, ada juga yang cukup kecil dan muat dalam genggaman.

"Trovant dari Rumania memiliki usia yang sangat berbeda. Trovant tidak muncul begitu saja dari tanah. Mereka hadir dalam massa pasir dari berbagai usia geologis secara alami," kata Dr Mircea Ticleanu dari Geological Institute of Romania.

"Trovant adalah sinonim untuk istilah Jerman 'Sandsteinkonkretionen', yang berarti pasir yang disemen. Kata 'trovant' digunakan untuk pertama kalinya dalam literatur geologi dari Rumania," sambungnya.

Pengunjung situs Costeşti bisa menemukan berbagai macam batu trovant berbentuk bola dan ellipsoidal, yang tumbuh perlahan seiring waktu berkat keberadaan air hujan.

Mereka terutama terdiri dari inti batu yang keras, dikelilingi oleh pasir yang membentuk cangkang. Mineral dalam air hujan membentuk reaksi di dalam yang membangun tekanan di dalamnya, dan membuat batuan tumbuh dan berkembang biak.

Sama seperti lingkaran-lingkaran pada kayu pohon, trovant juga memperlihatkan lapisan lingkaran saat dipotong. Lingkaran tersebut menunjukkan usia atau periode pertumbuhan.

Meskipun tidak hidup dalam arti ilmiah, penduduk lokal dan turis menggambarkan mereka sebagai batu 'hidup' karena cara mereka berubah seiring waktu.

Costeşti bukan satu-satunya lokasi di mana batu trovant ditemukan. Sebuah studi yang ditulis bersama oleh Dr Ticleanu menggambarkan mereka ada di seluruh wilayah Carpathian di Rumania.

Namun, bebatuan yang berada di Costeşti lebih terkenal dan kebanyakan berdiameter besar. Trovan di Costeşti ada yang berbentuk bulat, ada juga yang lonjong seperti telur. Banyak dari bebatuan ini memiliki bentuk kembar yang rumit.

Salah satu ciri trovant Costeşti adalah adanya banyak microtrovant, yakni tuberkel (tonjolan) bulat yang lebih kecil di permukaan yang besar.

Selain trovant besar ada banyak yang lebih kecil, yang tidak sempurna, tetapi dengan kecenderungan yang jelas bentuknya akan menjadi bulat.

"Semua trovant ini berada di pasir kuning, halus, sedang atau kasar yang juga mengandung kerikil halus," tulis para peneliti.



Simak Video "6 Orang Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT