Lokasi Bahtera Nabi Nuh Diyakini Terdeteksi, Ilmuwan Mulai Gali

Lokasi Bahtera Nabi Nuh Diyakini Terdeteksi, Ilmuwan Mulai Gali

ADVERTISEMENT

Lokasi Bahtera Nabi Nuh Diyakini Terdeteksi, Ilmuwan Mulai Gali

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 08 Des 2022 11:47 WIB
Lokasi penggalian Bahtera Nuh
Peneliti Mulai Penggalian untuk Temukan Sisa-sisa Bahtera Nuh. Foto: Ağrı Ibrahim Çeçen University/Istanbul Technical University
Jakarta -

Para peneliti memulai penggalian di daerah yang diyakini terdapat sisa-sisa bahtera Nabi Nuh, kapal legendaris yang kisahnya diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur'an.

Tim yang dibentuk oleh Ağrı Ibrahim Çeçen University (AIÇU) dan Istanbul Technical University (ITU) mulai bekerja sama di distrik Ağrı di Turki. Sampel yang mereka gali meliputi fragmen tanah dan batuan dan ditemukan di daerah tersebut oleh para peneliti, yang meliputi akademisi yang ahli di bidang geofisika, kimia, dan geo-arkeologi. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium ITU untuk diperiksa.

Sisa-sisa ini pertama kali ditemukan oleh insinyur peta Kapten Ilhan Durupınar pada tahun 1959 selama penerbangan untuk memetakan wilayah timur Anatolia. Reruntuhan tersebut kini menarik perhatian banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dalam Al-Qur'an, disebutkan bahwa Allah memberi tahu Nabi Nuh tentang banjir yang akan datang yang akan melanda seluruh Bumi untuk menyelamatkannya dan semua orang yang bersamanya di dalam bahteranya. Nuh kemudian melanjutkan untuk membangun kapalnya di mana dia menyimpan anggota keluarganya bersama dengan semua hewan dan burung.

Saat ini, seperti dikutip dari Daily Sabah, daerah ini rawan bahaya karena terancam tanah longsor dan ceruk raksasa telah terbentuk di dekatnya. Atas pertimbangan ini pula, dibentuklah "Tim Riset Gunung Ağrı dan Bahtera Nuh" lewat kerja sama antara AIÇU dan ITU untuk penelitian ilmiah yang akan dilakukan di reruntuhan tersebut.

"Gunung Ararat adalah gunung yang terkenal di dunia berkat fitur geologis dan geomorfologisnya, serta menurut keyakinan bahwa itu adalah rumah bagi Bahtera Nuh," kata Wakil Rektor AIÇU Faruk Kaya.

"Universitas kami telah mengerjakan bidang ini sejak tahun 2003. Tahun ini, kami ingin bekerja sama dengan ITU untuk melakukan studi yang lebih detail," sebutnya.

Ia menambahkan, ITU adalah salah satu universitas yang paling lengkap dalam hal ini. Mereka kemudian membentuk kelompok kerja akademisi dari universitas dan memeriksa struktur alam antara desa Telçeker dan Üzengili, yaitu formasi yang menyerupai siluet Bahtera Nuh.

"Sebagian sampel sedang diproses. Kami akan menentukan peta jalan kami berdasarkan hasil ini. Kami memiliki instruktur ahli yang diperlengkapi secara khusus dan kompeten dalam penelitian geofisika, kimia, dan arkeologi," ujarnya.

Kaya pun memberi catatan, Bahtera Nuh membangkitkan minat global akan penelitian ini. Karena sebagian besar sumber menarik perhatian ke Gunung Ararat dan sekitarnya, maka daerah tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata religi.

Lokasi penggalian Bahtera NuhLokasi penggalian untuk menemukan sisa-sisa Bahtera Nuh. Foto: Ağrı Ibrahim Çeçen University/Istanbul Technical University

"Secara khusus, ada minat yang tumbuh dari negara-negara Eropa dan Amerika. Orang Eropa telah memulai studi pertama di bidang ini ketika Johann Jacob Friedrich Wilhelm Parrot mendaki Gunung Ararat untuk mencari sisa-sisa Bahtera Nuh pada tahun 1829," ujarnya.

Lalu pada tahun 2008, sekelompok peneliti dari Hong Kong pergi ke Gunung Ararat. Mereka menemukan sebuah gua dengan beberapa kayu yang mereka klaim milik Bahtera Nuh. Tentu saja, apakah kayu yang mereka temukan itu benar merupakan bagian Bahtera Nuh masih menjadi kontroversi.

Namun, menurut para peneliti, mereka berhasil menemukan beberapa petunjuk. Di Hong Kong, mereka kemudian membangun Museum Bahtera Nuh yang dikunjungi lebih dari 7 juta pengunjung.

"Dalam istilah ekonomi, mereka menerapkan wisata religi di sana. Ağrı, yang merupakan salah satu daerah terbelakang di Turki, memiliki potensi serius dalam hal itu. Tujuan kami, sebagai universitas, adalah jika kami dapat mengungkapkan ini dan mengubah tempat ini menjadi pusat wisata religi, kami berpikir bahwa ekonomi Ağrı dan negara kami akan dihidupkan kembali secara serius," tambahnya.

(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT