Virus Mirip COVID Ditemukan di China, Berpotensi Menular ke Manusia

Virus Mirip COVID Ditemukan di China, Berpotensi Menular ke Manusia

ADVERTISEMENT

Virus Mirip COVID Ditemukan di China, Berpotensi Menular ke Manusia

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 30 Nov 2022 06:14 WIB
Kelelawar jadi kambing hitam Covid-19: Hewan ini tidak semestinya disalahkan, kata para ilmuwan
BtSY2 virus yang mirip Sars-CoV-2 penyebab COVID-19, dikhawatirkan bisa menular ke manusia. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Virus mirip Sars-Cov-2 penyebab COVID-19 ditemukan di China Selatan. Virus ini disebut berpotensi menular ke manusia. Nama virus itu adalah BtSY2.

Dikutip dari Daily Mail UK, virus ini ditemukan pada 1 dari 5 kelelawar di Provinsi Yunnan. Para ilmuwan pun mengimbau agar lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan sebab virus ini bisa menjadi patogen ke manusia. Penelitian sudah dilakukan oleh ilmuwan dari Sun Yat-sen University di Shenzhen, Yunnan Institute of Endemic Disease Control dan University of Sydney. Peneliatian ini sudah dipublikasi dan akan di-review oleh rekan sejawat.

"Kami mengidentifikasi lima spesies virus yang mungkin menjadi patogen bagi manusia atau ternak, termasuk virus corona rekombinan mirip SARS yang terkait erat dengan SARS-CoV-2 dan 50 SARS-CoV," kata tim tersebut dalam makalah tersebut.

"Studi kami menyoroti kejadian umum penularan antar spesies dan koinfeksi virus kelelawar, serta implikasinya terhadap kemunculan virus," lanjutnya.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengumpulkan sampel rektum dari 149 kelelawar individu yang mewakili 15 spesies, di enam kabupaten atau kota di provinsi Yunnan, China. RNA (asam nukleat yang ada dalam sel hidup) diekstraksi dan diurutkan secara individual untuk setiap kelelawar.

Yang mengkhawatirkan, peneliti mencatat frekuensi tinggi dari beberapa virus yang menginfeksi satu kelelawar pada satu waktu. Hal ini dapat menyebabkan virus melakukan rekombinasi untuk membentuk patogen baru, menurut Profesor Jonathan Ball yang merupakan ahli virologi di Nottingham University.

"Pesan utama yang bisa disimpulkan adalah bahwa kelelawar dapat menampung banyak spesies virus yang berbeda, kadang-kadang menjadi tuan rumah bagi mereka pada saat yang sama," jabar Profesor Ball, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, kepada Telegraph.

Koinfeksi seperti itu, terutama dengan virus terkait seperti virus corona, memberi kesempatan virus untuk menukar informasi genetik penting, yang secara alami memunculkan varian baru.

Lebih lanjut, BtSY2 juga memiliki 'domain pengikat reseptor'. Itu adalah bagian penting dari spike protein yang digunakan untuk menempel ke sel sel manusia.

"BtSY2 mungkin dapat memanfaatkan reseptor ACE2 manusia untuk entri sel," tim menambahkan.

ACE2 adalah reseptor di permukaan sel manusia yang berikatan dengan SARS-CoV-2 dan memungkinkannya masuk dan menginfeksi.

Provinsi Yunnan di Cina barat daya telah diidentifikasi sebagai hotspot spesies kelelawar dan virus yang dibawa oleh kelelawar. Sejumlah virus patogen telah terdeteksi di sana, termasuk kerabat dekat SARS-CoV-2, seperti virus kelelawar RaTG1313 dan RpYN0614.



Simak Video "Respons Merck soal Potensi Molnupiravir Sebabkan Mutasi Virus Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT