Seabad Ditemukan, Makam Firaun Tutankhamun Masih Simpan Misteri

Seabad Ditemukan, Makam Firaun Tutankhamun Masih Simpan Misteri

ADVERTISEMENT

Seabad Ditemukan, Makam Firaun Tutankhamun Masih Simpan Misteri

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 07 Nov 2022 16:17 WIB
LUXOR, EGYPT - NOVEMBER 04: The mummy of King Tutankhamun displayed as Egypt marks the 100th anniversary of its discovery, in the Valley of the Kings in Luxor, Egypt, 04 November 2022. Egypt is celebrating the 100th anniversary of the discovery of the 3,000-year-old tomb of the Golden King Tutankhamun that was made on 04 November 1922 by British archaeologist Howard Carter. The tomb of King Tut, also known as KV62, was almost the only discovered tomb not breached by grave robbers in the Valley of the Kings with more than 5,000 pieces, most of them were gold, including his funerary mask, gold sandals, an outer gold-gilded wooden coffin and innermost coffin of solid gold. Tutankhamuns mummy and sarcophagus are still on display in the tomb, while many of the funerary objects discovered were displayed at the Egyptian Museum in Tahrir Square and will be transferred to the new Grand Egyptian Museum in Giza when it opens. (Photo by Fareed Kotb/Anadolu Agency via Getty Images)
Mumi Raja Tut. Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Pada 4 November 1922 atau satu abad yang lalu, ditemukan makam Raja Tutankhamun atau Raja Tut di Mesir. Dia adalah salah seorang Firaun Mesir paling terkenal, yang memerintah pada sekitar tahun 1330 sebelum Masehi.

Meski sudah begitu lama berlalu, masih cukup banyak misteri yang melingkupi makam tersebut. Makam Raja Tut ditemukan oleh tim yang dipimpin arkeolog asal Inggris, Howard Carter.

Seperti dikutip detikINET dari The Sun, Senin (7/11/2022) proses penggalian butuh waktu sekitar 10 tahun sampai selesai. "Itu adalah pertama kalinya sebuah makam raja ditemukan hampir dalam keadaan utuh," kata Daniela Rosenow, akademisi dari University of Oxford's Griffith Institute.

"Makam ini memberi kita pencerahan, seperti sebuah mesin waktu, ke Mesir kuno karena ada lebih dari 5.000 obyek, sebagian untuk pemakaman dan banyak di antaranya adalah obyek sehari-hari, benda-benda yang telah dipakai oleh Raja Tut," papar dia.

Akan tetapi masih banyak misteri belum diketahui soal Raja Tut, yang meninggal pada usia 19 tahun di sekitar 1323 Sebelum Masehi. Misalnya mengenai keluarganya.

"Dalam hal itu, makam itu jadi sedikit mengecewakan karena banyak pakar Mesir berharap menemukan lebih banyak pengetahuan tentang zaman di saat dia hidup," tambah Daniela.

Jadi, para pakar masih berusaha mencari tahu tentang kehidupan Raja Tut, dan juga obyek-obyek yang ada di makam belum sepenuhnya diteliti. Malah dalam penelitian terbaru, mungkin saja masih ada harta karun yang masih terkubur di sekitar makam Raja Tut.

Bahkan menurut arkeolog Inggris Dr Nicholas Reeves, bisa saja ada makam tersembunyi salah satu sosok terkenal lain di Mesir kuno, yaitu ibu tiri sang raja, Ratu Nefertiti.

"Makam ini yang merupakan penemuan arkeologi terbesar di dunia masih punya banyak hal, bahkan berpotensi jauh lebih impresif daripada kuburan Raja Tut. Saya kira wanita paling terkenal di dunia kuno itu juga dikubur di sana," cetus Dr Nicholas.

Hal menarik lainnya soal makam Raja Tut adalah soal kutukan yang konon menyertainya. Kabarnya, beberapa orang yang terlibat dalam pencarian makam ini meninggal dunia tak lama setelah menggali dan membukanya.

Salah satu penyandang dana utama pencarian makam Raja Tut adalah bangsawan Inggris, George Edward Stanhope. Nah, dia sakit dan meninggal pada tahun 1923, sekitar setahun setelah pembukaan makam Raja Tut.

Halaman selanjutnya, kutukan Firaun>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT