Kaca KRL Berlubang Dilempar Batu, Ini Penjelasan Secara Fisika

Kaca KRL Berlubang Dilempar Batu, Ini Penjelasan Secara Fisika

ADVERTISEMENT

Kaca KRL Berlubang Dilempar Batu, Ini Penjelasan Secara Fisika

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 19 Okt 2022 18:14 WIB
Penampakan kaca KRL berlubang akibat dilempar batu di Stasiun Buaran, Jakarta Timur.
Foto: Penampakan kaca KRL berlubang akibat dilempar batu di Stasiun Buaran, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Viral di media sosial TikTok, kaca KRL Commuter Line pecah diduga ditembak di Stasiun Buaran, Jakarta Timur. Namun setelah dicek oleh tim kepolisian, pecahnya kaca KRL Commuter Line disebabkan ada orang yang melempar batu.

Polisi saat ini sedang menyelidiki pelaku pelemparan batu. Meski tidak ada korban dalam kejadian itu, Kapolsek Duren Sawit Kompol Martson Marbun tetap akan mengusut insiden tersebut karena membahayakan. Apalagi pelemparan batu terjadi ketika kereta sedang berjalan.

"Kita akan cari (pelakunya)," kata Martson saat dihubungi, Rabu (19/10/2022).

Kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah melalui teori fisika. Dijelaskan dosen fisika dari FMIPA Universitas Indonesia Handhika Satrio Ramadhan, Ph.D. hukum fisika yang berlaku dalam insiden pelemparan batu ini adalah hukum Newton.

Hukum gerak Newton adalah hukum fisika yang menjelaskan perpindahan suatu objek sebagai hasil hubungan antara nilai dan jarak dari gaya yang berlaku pada objek tersebut. Batu yang dilempar memiliki momentum, sementara KRL yang bergerak juga memiliki momentum.

Akibatnya, benturan batu dan kaca KRL yang sama-sama bergerak menggabungkan kedua momentum itu. Sehingga, batu itu bisa sampai menghancurkan kaca KRL.

"Batu yang dilempar memiliki momentum yang besarnya sebanding dengan massa batu dan kecepatan geraknya. Batu yang dilempar mengandung momentum, bergulir dan berhenti saat mengenai kaca. Momentum itu yang menghancurkan kaca KRL," Handhika menjelaskan.

Insiden ini, lanjut Handhika, merupakan contoh konsep gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dan tumbukan benda. Gerak batu pada saat dilemparkan adalah GLBB dan gerakan batu pada lintasan lurus dengan kecepatan berubah.

Artinya, batu yang bergerak lama kelamaan akan berhenti. Saat menabrak kaca, terjadi konsep tumbukan di mana energi kinetiknya berkurang.

"Energi kinetiknya berkurang, tapi menjadi energi panas/bunyi/bentuk energi lain yang berkaitan dengan pecahnya kaca," jelas Handhika.

Simak video 'Kaca KRL Berlubang Dikaitkan Suara Tembakan, Polisi: Bukan Peluru Nyasar':

[Gambas:Video 20detik]



(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT