Sains di Balik Sepakbola: Gaya Gravitasi, Gesekan, hingga Kecepatan

ADVERTISEMENT

Sains di Balik Sepakbola: Gaya Gravitasi, Gesekan, hingga Kecepatan

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 04 Okt 2022 09:00 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 02:  A detailed view of the Hawk-Eye camera-based system ahead the international friendly match between England and Belgium at Wembley Stadium on June 2, 2012 in London, England. Goal line technology will be tested in todays game, but not enforced.  (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Foto: Shaun Botterill/Getty Images
Jakarta -

Sepakbola adalah olahraga energi tinggi yang ditonton jutaan pasang mata di berbagai negara. Namun tidak banyak yang menyadari ilmu di baliknya. Dari dinamika bola hingga sudut tendangan, segala sesuatu dalam sepakbola memiliki sisi ilmiah.

Mulai dari melempar bola, menerbangkan bola, dan berlari di lapangan hingga menangani pembawa bola, permainan ini menawarkan peluang bagus untuk memahami beberapa konsep penting fisika, seperti dikutip dari Interesting Engineering.

Berat dan Massa

Dalam konteks sains dan teknik, berat didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada suatu benda, dalam hal ini bola, akibat gaya gravitasi.

Di sisi lain, massa adalah ukuran jumlah materi dalam bola atau benda lain. Ini mengukur jumlah materi bola terlepas dari lokasinya di alam semesta atau gaya gravitasi yang diterapkan padanya. Penting juga untuk dicatat bahwa massa bola sepak adalah sama di Bulan dan di Bumi.

Jika bola sepaknya berat, akan sulit untuk ditendang. Selain itu, bobot pemain juga ikut bermain. Semakin banyak bobot pemain sepakbola, semakin keras mereka bisa menendang bola. Satu-satunya downside ke pemain seperti itu adalah bahwa kemampuan mereka untuk berlari, dan kecepatan lebih rendah dibandingkan dengan pemain sepakbola yang beratnya lebih ringan dan lebih bugar secara fisik.

Gesekan

Sederhananya, gesekan adalah gaya resistensi terhadap gerakan relatif lapisan fluida, permukaan padat, dan elemen material yang saling meluncur. Ada empat jenis gesekan yaitu:

  • Statis
  • Geser
  • Bergulir
  • Cairan

Tiga yang pertama, gesekan statis, geser, dan menggelinding terjadi antara dua atau lebih permukaan padat. Gesekan fluida, seperti namanya, terjadi pada gas dan fluida.

Dalam sepakbola, gaya gesekan mencegah bola bergerak maju atau mundur selamanya ketika ditendang oleh pemain. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa bola sepak yang bergesekan dengan tanah menyebabkan gaya tahanan (gesekan) yang memperlambat bola. Kekuatan ini dapat bekerja untuk atau melawan tim karena dapat mencegah bola melewati tiang gawang.

Gaya Gravitasi

Gravitasi adalah gaya alam yang bekerja pada semua benda yang memiliki massa atau energi. Ini termasuk bintang, planet, galaksi, dan bahkan cahaya. Ini adalah kekuatan yang memberi bobot pada semua benda fisik di planet kita. Bahkan Bulan memiliki gaya gravitasi yang bertanggung jawab atas pasang surut air laut.

Dalam konteks sepakbola, gaya ini berdampak besar pada bagaimana bola terbang. Jika tidak ada gravitasi, bola sepak hanya akan terus terbang di udara dan tidak pernah kembali ke lapangan sepakbola. Para pemain tetap "membumi" karena gaya gravitasi yang bekerja pada mereka karena berat. Jika gravitasi diubah, itu akan mengubah seberapa rendah atau tinggi bola terbang saat ditendang.

Selanjutnya: Momentum, Kecepatan, Efek Magnus, Bola Melengkung

Simak juga Video: Sederet Tragedi Persepakbolaan dalam Catatan Sejarah Dunia

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT