Duh, Misi NASA ke Bulan Lagi-lagi Diundur

Duh, Misi NASA ke Bulan Lagi-lagi Diundur

ADVERTISEMENT

Duh, Misi NASA ke Bulan Lagi-lagi Diundur

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 02 Okt 2022 19:07 WIB
The Artemis I rocket sits on the launch pad at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Florida, on September 1, 2022. - NASA will make a second attempt to launch its powerful new Moon rocket on September 3, after scrubbing a test flight earlier in the week. The highly anticipated uncrewed mission will bring the US a step closer to returning astronauts to the Moon five decades after humans last walked on the lunar surface. (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP) (Photo by CHANDAN KHANNA/AFP via Getty Images)
NASA Undur Peluncuran Misi Artemis 1 ke Bulan Gegara Badai Dahsyat Foto: Chandan Khanna/AFP/Getty Images
Jakarta -

Badai Ian yang dahsyat sedang menghantam pesisir timur Amerika Serikat. Akibatnya, peluncuran misi NASA ke Bulan harus kembali diundur hingga pertengahan November.

NASA berencana meluncurkan misi Artemis 1 pada Selasa (27/9) kemarin, tapi terpaksa dibatalkan karena Badai Ian yang menerjang negara bagian Florida. Seperti diketahui, Kennedy Space Center (KSC) yang menjadi pusat peluncuran NASA berada di pesisir Florida.

Badai yang dahsyat itu memaksa NASA untuk memindahkan Artemis I dari Launch Pad 39B di KSC menuju hangarnya di Vehicle Assembly Building (VAB) agar tidak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh badai.

Menurut update terbaru dari NASA, roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion yang menjadi bagian dari misi Artemis saat ini belum mengalami kerusakan akibat badai. Tapi akibat Badai Ian, NASA terpaksa mengundur jadwal peluncuran Artemis 1 antara tanggal 12 November dan 27 November.

"Memfokuskan upaya pada periode peluncuran November memberikan waktu bagi karyawan di Kennedy untuk menangani kebutuhan keluarga dan rumah mereka setelah badai dan bagi tim untuk mengidentifikasi pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan sebelum kembali ke landasan untuk peluncuran," kata NASA dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Space, Sabtu (1/10/2022).

Setelah Artemis 1 kembali ke VAB, tim NASA akan melakukan sederet pemeriksaan. Salah satunya adalah menguji ulang Flight Termination System (FTS).

FTS seharusnya diuji ulang setiap 20 hari sekali mengikuti aturan U.S. Space Force yang mengawasi peluncuran roket di pesisir timur AS. Pengecekan ini sangat penting karena FTS merupakan sistem yang dirancang untuk menghancurkan roket secara otomatis jika roket keluar dari jalurnya saat peluncuran.

Artemis 1 merupakan misi pertama dari program Artemis. Program ini diluncurkan 50 tahun setelah misi Apollo berakhir untuk kembali mendaratkan astronaut NASA ke permukaan Bulan dan membangun koloni permanen pada akhir tahun 2020-an.

Jika semuanya berjalan lancar, Artemis 1 yang merupakan misi tanpa awak akan membawa kapsul Orion menuju Bulan dan kembali ke Bumi. Disusul dengan Artemis 2 yang akan membawa astronaut ke orbit Bulan pada tahun 2024, dan Artemis 3 yang akan mendaratkan astronaut ke Bulan.



Simak Video "Artemis 1 NASA Cetak Rekor Jarak Terjauh dari Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT