Habis Nyampah di Bumi, Manusia Sekarang Kotori Mars

ADVERTISEMENT

Habis Nyampah di Bumi, Manusia Sekarang Kotori Mars

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 25 Sep 2022 07:13 WIB
Jakarta -

Seakan tidak cukup merusak lingkungan Bumi dengan sampah yang segunung, manusia kini mulai nyampah di Mars. Sampah di Mars adalah sisa-sisa dari misi eksplorasi planet Merah tersebut.

Melansir Science Alert, setidaknya ada sembilan pesawat ruang angkasa yang tidak aktif di permukaan Mars dan bakal jadi benda tak dipakai. Pesawat-pesawat ini adalah Mars 3, Mars 6, pendarat Viking 1, Viking 2, Sojourner, Beagle 2 , Phoenix, Spirit dan Opportunity. Kondisi rover dan lander tersebut kebanyakan masih utuh. Sampah lainnya adalah beberapa bagian dari roda aluminium Curiosity yang telah putus dan kemungkinan tersebar.

"Pesawat ruang angkasa yang jatuh dan potongan-potongannya adalah sumber sampah penting lainnya. Setidaknya dua pesawat ruang angkasa telah jatuh, dan empat lainnya kehilangan kontak sebelum atau setelah mendarat. Turun dengan aman ke permukaan planet adalah bagian tersulit dari misi pendaratan Mars mana pun-dan itu tidak selalu berakhir dengan baik," tulis Cagri Kilic seorang peneliti robotik.

"Ketika Anda menjumlahkan massa semua pesawat ruang angkasa yang pernah dikirim ke Mars, Anda mendapatkan sekitar 22.000 pon (9.979 kg). Kurangi berat kapal yang saat ini beroperasi di permukaan - 6.306 pon (2.860 kg) - dan Anda akan meninggalkan 15.694 pon (7.119 kg) puing-puing manusia di Mars," lanjutnya.

Memang, para peneliti di NASA menyebutkan bahwa risiko penjelajah seperti Perseverance menjadi puing-puing adalah kecil. Akan tetapi, Mars adalah planet yang bisa dibilang menjadi awal eksplorasi manusia ke planet tetangga. Sejarah pencapaian manusia di Mars seakan 'dinodai' oleh sampah-sampah ruang angkasa.

Hingga saat ini, para ilmuwan terus berupaya ruang angkasa terbebas dari sampah yang ditinggalkan di sana. Contohnya adalah yang dilakukan oleh Astroscale, sebuah startup yang berbasis di Tokyo, Jepang, bekerja sama dengan badan antariksa nasional Jepang, JAXA.

Mereka berusaha meluncurkan mesin pengangkut sampah luar angkasa magnetik. Pengangkut sampah ini bernama End of Life Services by Astroscale demonstration atau ELSA-d.

Wah, wah, wah. Katanya mau menjadi Mars sebagai tempat tinggal selanjutnya, jangan sampai rumah masa depan umat manusia sudah diisi sampah duluan ketimbang penghuni manusianya.

(ask/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT