Ratu Elizabeth II Wafat, India Minta Berlian Kohinoor Dikembalikan

ADVERTISEMENT

Ratu Elizabeth II Wafat, India Minta Berlian Kohinoor Dikembalikan

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 13 Sep 2022 13:37 WIB
Mahkota Ibunda Ratu Elizabeth II dengan berlian Kohinoor yang terkenal, difoto pada 19 April 1994.
Mahkota Ibunda Ratu Elizabeth II dengan berlian Kohinoor. Difoto pada 19 April 1994. Foto: Time
Jakarta -

Tak lama setelah diumumkannya Ratu Elizabeth II meninggal pada Kamis (8/9), kata 'Kohinoor' menjadi trending topic di Twitter India. Netizen India menuntut Kerajaan Inggris mengembalikan berlian Kohinoor.

Dikutip dari Time, Kohinoor adalah salah satu permata paling terkenal di dunia. Berlian Kohinoor adalah salah satu dari 2.800 batu yang dipasang di mahkota yang dibuat untuk ibunda Elizabeth II yang dikenal sebagai Ibu Suri.

Setelah Ratu Elizabeth II meninggal, putranya Pangeran Charles menjadi Raja Inggris yang baru. Berlian 105 karat itu akan diberikan kepada istrinya, Camilla, yang kini menjadi Permaisuri. Rakyat India, memahami salah satu berlian termahal di dunia itu dipercaya ditemukan di India dan secara paksa diserahkan ke Inggris pada akhir 1840-an.

Sejarah Berlian Kohinoor

Ketika ditambang di tempat yang sekarang disebut Andhra Pradesh, selama dinasti Kakatiyan pada abad ke-12 hingga ke-14, berlian itu diyakini memiliki 793 karat saat belum dipotong. Catatan paling awal tentang kepemilikannya menempatkannya di tangan Mogul pada abad ke-16. Kemudian, Persia merebutnya. Tak lama kemudian Afghanistan merampasnya.

Sikh Maharajah, Ranjit Singh, membawanya kembali ke India setelah mengambilnya dari pemimpin Afghanistan Shah Shujah Durrani. Namun kemudian, berlian itu berpindah tangan ke Inggris memilikinya selama pencaplokan Kerajaan Inggris atas Kaisar Punjab.

East India Company mendapatkan batu itu pada akhir tahun 1840-an, setelah memaksa Maharaja Dunjeep Singh yang berusia 10 tahun untuk menyerahkan tanah dan harta miliknya.

Mereka kemudian mempersembahkan permata itu kepada Ratu Victoria. Pangeran Albert, suaminya, meminta berlian itu dipotong ulang dan dipasang di mahkota Ratu Alexandra dan Ratu Mary sebelum ditempatkan di mahkota Ibu Suri pada tahun 1937.

Ibu Suri mengenakan mahkota dengan berlian Kohinoor pada penobatan putrinya (Elizabeth II) pada tahun 1953. Kohinoor telah menjadi salah satu permata mahkota Inggris sejak saat itu, tetapi pemerintah Iran, Afghanistan, Pakistan, dan India, ramai-ramai mengklaim berlian tersebut.

Kerajaan Inggris diminta mengembalikan

Kepemilikan Kerajaan Inggris atas berlian Kohinoor yang kontroversial itu pun menuai reaksi, terutama di India. Meskipun tidak diketahui akan diapakan batu berharga itu nantinya, netizen India mendesak Kerajaan Inggris mengembalikannya.

"Jika Raja tidak akan memakai Kohinoor, kembalikan," tulis salah satu netizen.

"Berlian itu 'dicuri' oleh Inggris, yang mengeruk kekayaan dari kematian, kelaparan, dan penjarahan rakyat," kata yang lain.

Tuntutan untuk mengembalikan berlian Kohinoor bukan pertama kali ini digaungkan. Setelah India merdeka tahun 1947, pemerintah India meminta kembali berlian tersebut. Kemudian India membuat tuntutan lain di tahun penobatan Ratu Elizabeth II. Nyatanya, tuntutan-tuntutan ini tidak didengar. Inggris berargumen bahwa tidak ada dasar hukum untuk pengembalian Kohinoor ke India.

Penulis dan komentator politik Inggris-India Saurav Dutt mengatakan, kemungkinan pihak Kerajaan Inggris mengembalikan berlian berharga itu sangat tipis.

Inggris baru-baru ini memfasilitasi pengembalian Perunggu Benin, yaitu72 artefak yang dijarah oleh tentara Inggris pada abad ke-19, kepada pemerintah Nigeria. Tapi Dutt berpendapat Kerajaan Inggris masih mempertahankan Kohinoor sebagai simbol kekuatan.

"Setidaknya, Raja Charles III harus mengakui 'sejarah hitam' berlian Kohinoor. Fakta bahwa berlian itu diperoleh melalui penipuan akan menjadi langkah signifikan pada tahap ini, yang meletakkan dasar bagi generasi berikutnya untuk dapat mengembalikannya," katanya.

Lihat juga video 'Momen Warga Skotlandia Lihat Langsung Peti Jenazah Ratu Elizabeth II':

[Gambas:Video 20detik]



(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT